TANJABTIM – Aliansi Mahasiswa dan masyarakat Tanjung Jabung Timur, Kamis (30/1/2025) gelar demo di kantor Petro China. Protes tenaga kerja dan CSR Petro China, tuntutan dari aksi tersebut.
Berpuluh-puluh tahun Sumber Daya Alam di keruk, aliansi menilai Petro China International Jabung merugikan masyarakat Tanjung Jabung Timur.
PetroChina sendiri, adalah perusahaan minyak dan gas yang memiliki blok operasional di wilayah Tanjung Jabung, Provinsi Jambi.
Perusahaan ini merupakan anak dari China National Petroleum Corporation (CNPC), perusahaan migas terbesar di Asia.
Dalam tuntutan para demonstran menuntut pihak PT untuk menandatangani beberapa hal yang menjadi tuntutan yaitu sebagai berikut:
1. Petrochina International Jabung siap mengevaluasi tenaga kerja dan memprioritaskan tenaga kerja lokal.
2. Petrochina International Jabung siap mendistribusikan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan sebesar 6% berdasarkan Perda no 13 tahun 2013 Tanjung Jabung Timur.
3. Petrochina International Jabung siap berkontribusi dalam menciptakan tenaga ahli lokal dibidang pengelolaan minyak dan gas bumi.
4. Petrochina International Jabung siap untuk melestarikan yang rusak akibat tambang minyak dan gas bumi.
5. Petrochina International Jabung siap mengkaji ulang instalasi pipa minyak dan gas bumi yang berada didarat dan melalui sungai, danau atau rawa sesuai dengan Permen ESDM No 32 tahun2021.
6. Petrochina International Jabung siap mengkaji ulang instalasi pipa penyaluran minyak dan gas bumi yang berada diatas permukaan tanah atau udara sesuai peraturan pemerintah.
Menurut salah satu mahasiswa yang demo, mereka mengharapkan kehadiran pimpinan perusahaan yang dapat membuat kebijakan untuk turun langsung menemui massa.
Namun sangat disayangkan, tidak ada perwakilan petinggi perusahaan, hanya humas yang mewakilkan.
Humas mewakili perusahaan mengajak para pejuang rakyat untuk melakukan diskusi di kantor DPRD kabupaten atau pun provinsi untuk bersama sama menyelesaikan masalah ini.
