Dampak Banjir di Merangin, Pembudidaya Ikan Rugi 227 Juta

BERITA MERANGIN – Tak hanya mengenangi jalan dan pemukiman warga, dampak banjir di Merangin bikin pembudidaya ikan rugi ratusan juta rupiah.

Sejumlah wilayah di Merangin awal tahun 2024 banjir dan longsor. Dari wilayah tersebut, Kecamatan Bangko terdata menjadi wilayah terdampak banjir.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perikanan Merangin, Irsadi melalui Kepala Bidang Budidaya, Swandra S.Pt kepada media ini, Rabu (17/1/2024).

Bilangnya, berdasarkan data yang masuk, Kecamatan Bangko terdampak banjir dengan 18 kolam terkena banjir.

“Kolam yang terkena banjir di Kecamatan Bangko ini berisikan ikan Lele, Patin dan Nila dengan perkiraan kerugian Rp 41.500.000,” katanya.

Sementara banjir di Pamenang Selatan, terdapat 12 kolam terdampak banjir dengan perkiraan kerugian Rp 36.050.000.

Ikan jenis Nila dan Gurami di wilayah ini diperkirakan berat 887 kg itu terbawa hanyut.

“Sedangkan di Kecamatan Pamenang, 9 kolam terdampak banjir. 3 jenis ikan yakni, Nila, Patin dan Gurami dengan perkiraan berat 855 kg, dan kerugian perkiraan Rp 29 juta,” bilang Swandra.

Kerugian terbesar terdapat di wilayah Batang Masumai, dengan perkiraan di angka Rp 75.000.000 dari 6 kolam tanah. Pembudidaya di Kecamatan Batam ini, membudidayakan ikan jenis Gurami dan Nila.

Diperkirakan, 60 kolam terdampak banjir Merangin dengan total perkiraan kerugian Rp 227 juta.

Sebelumnya, awal Januari 2024 lalu, pembibitan ikan di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Talang Kawo terendam banjir. Sekitar tanggal 4 Januari banjir di UPTD BBI Talang Kawo, menghabiskan ratusan ribu ekor benih ikan dan indukan.

 

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page