BERITA JAMBI – 3 tahun berturut-turut tanpa anggaran, KONI Merangin babak belur. Anggaran KONI Merangin nol rupiah, dewan sudah mengingatkan OPD terkait.
Tanpa anggaran, kegiatan KONI Merangin limbung. Terakhir, Ketua KONI Merangin, Radius Suhanda diberhentikan dan berganti ke Mukhtar Alip sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Selain itu, induk dari puluhan Cabang Olahraga (Cabor) ini juga tak memiliki sekretariat. Bisa dibayangkan, bagaimana KONI menyusun program, membina, mengelola dan mengembangkan olahraga tanpa kantor?
Pada 2018 lalu saja, KONI Merangin mengunakan anggaran Rp 2,8 Milyar saja meraih posisi buncit. Bagaimana dengan anggaran nol?
Terkait hal ini, Ketua DPRD Merangin, Herman Efendi mengaku sudah mengingatkan Disparpora Merangin dengan kebutuhan tersebut.
Baca Juga : Gelap Gulita Olahraga Merangin, Anggaran KONI Memilukan
Lanjutnya, OPD terkait ini beralasan jika saat ini kondisi keuangan tengah sulit.
“Tahun ini tidak bisa, masalah keuangan. Setidaknya (Masalah,red) keuangan, olahraga jangan mati suri,” kata Herman menjawab awak media pekan ini.
Bong Fendi, sapaan akrabnya kemudian melanjutkan jika olahraga ini merupakan kepentingan daerah. Cabor, membawa nama daerah berlaga di kejuaraan.
Cabor Berjuang Sendiri
Sebaliknya, cabor yang berjuang sendiri-sendiri untuk mempertahankan marwah Bumi Tali Undang Tambang Teliti.
“Kita lihat teman-teman di cabor mengikuti kejurprov sekarang. Tidak ada sumbangan dari pemerintah. Tapi teman-teman berjuang, demi nama daerah. Begitulah kawan-kawan membela nama daerah,” katanya.
“Masa kita tinggal diam? Tidak mengalokasikan buat mereka, padahal mereka pejuang daerah juga,” katanya.
Baca Juga : Olahraga Merangin Mencemaskan, Terancam Rangking 1 Dari Belakang
Makanya, sambung politisi Golkar ini, saat pembahasan anggaran perubahan ini Ia berharap ada perhatian.
“Makanya saya mengajak pemerintah, dan memberikan pengertian kepada kawan-kawan di DPRD bagaimana kita memikirkan nasib Cabor-cabor di Merangin ini,” katanya.
Bagaimana, sambungnya, cabor yang ada di KONI Merangin dapat berlaga di Kejurprov atau Porprov mendatang. Sebab, sambung Bong Fendi yang memimpin FPTI itu, hal ini demi marwah Merangin.
“Ini kan (Marwah,red) daerah. Artinya kita harus mengirim dengan kondisi keterbatasan tapi ada uang yang di alokasikan,” pungkasnya.
