BERITA BISNIS – Harga emas acuan global berpeluang menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (13/9/2022).
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, naik US$12 atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada US$1.740,60 per troy ounce pada akhir perdagangan Senin (12/9/2022) waktu setempat, setelah mencapai level terendah sesi US$1.722,30.
Penguatan emas mengambil momentum dolar AS yang melemah pada perdagangan Senin (12/9/2022) karena pelaku pasar menunggu data inflasi AS untuk Agustus yang akan dirilis pada Selasa waktu setempat.
“Di sesi Asia hari ini, harga emas berpotensi dibeli menguji resistance US$1.735. Namun jika bergerak turun ke level US$1.723, maka berpeluang dijual menguji support US$1.717,” tulis riset Monex Investindo Futures, Selasa (13/9/2022).
Baca Juga : Harga Emas Hari Ini 11 September 2022, Kompak Turun
Mengutip Antara, data inflasi utama AS diperkirakan akan semakin berkurang dari level tertinggi yang dicapai tahun ini, sebuah tren yang dapat mendorong Federal Reserve untuk pada akhirnya menurunkan laju kenaikan suku bunganya.
Para analis pasar juga mencatat bahwa emas kemungkinan telah menemukan dukungan karena permintaan safe-haven yang didorong oleh inflasi dan dampak geopolitik dari konflik Rusia-Ukraina.
Adapun di dalam negeri, hari ini harga emas 24 karat Antam dengan ukuran 1 gram dibanderol Pegadaian senilai Rp975.000 atau stagnan, sedangkan emas UBS berukuran sama dijual seharga Rp928.000, turun Rp2.000 dari harga kemarin.
