Pedagang Bucket Lintas Provinsi Serbu Wisuda di Merangin

BISNIS – Wisuda tak hanya menjadi momen penting mahasiswa dengan keluarga dan kerabatnya. Tapi juga momen pedagang bucket yang serbu wisuda di Merangin pekan ini.

Wisuda atau kelulusan adalah suatu hal yang membahagiakan dalam hidup. Momen ini tentu penting bagi upaya mahasiswa menempuh pendidikan, serta kerja keras orang tua yang telah mendukungnya.

Begitu pentingnya ketika momen ini terjadi, wisuda akan penuh dengan keluarga, serta kerabat yang mengikuti acara. Seperti wisuda di IAI Syekh Maulana Qori (IAI SMQ) pada Sabtu 23 Juli 2022.

Mereka yang tak masuk ruangan wisuda karena tak punya undangan, terlihat penuh sesak diluar kampus. Bahkan, jumlahnya berlipat-lipat dari mereka yang ada di tempat wisuda.

Momen inilah yang jadi sasaran pedagang bucket yang serbu wisuda di Merangin. Mereka adalah pedagang bucket lintas provinsi, yang datang beramai-ramai.

“Semua dari Padang, rombongan. Tapi pergi sendiri-sendiri,” kata Budi, salah satu pedagang yang mangkal depan kantor KPU Merangin.

Budi dan pedagang bucket lainnya mengisi pinggiran jalan dekat kampus IAI SMQ Bangko. Jejeran bucket berbagai macam dan model, mereka jajakan.

Baca Juga : Wisuda Sekaligus Launching, IAI SMQ Bangko Siap Tranformasi ke Universitas

Keluarga, saudara, bestie atau teman karib maupun pacar yang wisuda hari ini terlihat mondar-mandir memilih bucket.

Ada yang seharga Rp 25.000, 50.000 sampai 200.000. Khususnya bucket  dengan jajaran uang kertas, tentu lebih mahal dari boneka atau bunga.

Tapi Budi bilang, mereka menjualnya bucket ini melihat ekonomi suatu daerah. Misalkan Bucket Boneka berwarna hitam yang Ia jual seharga Rp 80.000, bisa jadi Rp 150.000 di Riau.

“Karena di Bangko, kito jual 80. Kalau di Riau, dak dapat. Kita jual 150,” katanya.

Meski begitu, bayangkan saja jika 1 orang yang wisuda hari ini dengan keluarga, rekan atau sahabatnya, pacar, tetangga atau lainnya membawa bucket padanya? Berapa banyak bucket yang terbeli?

Jika kemudian mereka membeli 1 bucket seharga rata-rata 50 ribu, untuk 10 bucket, berarti sudah 500 ribu. Mendengar hitungan ini, Budi tertawa.

Budi kemudian tertawa kecil, seraya berbisik bahwa harga bucket murah 80 ribu itu masih juga ditawar.

Pedagang Bucket Wisuda Lintas Provinsi

Pedagang asal Padang ini sudah berjualan bertahun-tahun keliling daerah, lintas provinsi. Dari Sumatera Utara, Riau sampai Jambi.

“Dari USU, UNJA. Ke kampus-kampus jugo kayaknya di Bangko, Bungo, Tebo. Kemaren ke Kerinci,” katanya.

Saat di Kerinci, Budi bahkan kehabisan stok berjualan dan mengambil stok di daerah. Ia berjualan sampai 5 hari di Kerinci, Sepenggal Tanah Dari Sorga, julukannya.

Baca Juga : Gagal di Usaha Pariwisata, Pria di Jambi Beralih Ke Bisnis Jam

Lantas, dari mana Budi tau jika ada wisuda di suatu daerah? Ternyata Budi punya saudara di Bangko, Kabupaten Merangin. Sementara di wilayah lain, Ia mendapat kabar dari sesama pedagang dan jaringan yang Ia punya.

Budi memang bisa mengantongi cuan jutaan rupiah dari jualan bucket. Namun modal cukup besar seperti minyak, makan. Belum lagi, hitungan tempat penginapan.

Usaha ini penuh perjuangan. Ia dan istrinya tiba di Bangko pukul 04.00 Wib, lalu berangkat ke lokasi dan menyusun lapak sebelum tempat ramai sejak pukul 08.00 Wib.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube