BERITA JAMBI – Di balik libur panjang semester atau libur kuliah, merupakan momen para mahasiswa untuk pulang ke tanah rantau, bertemu sanak family. Tetapi tidak pada 2 orang mahasiswa di Jambi ini, terlihat pancaran senyumnya saat pekerja Paruh Waktu (Part Time) di sebuah Cafe.
Senyum menahan kepulangan ke kampung halaman tersebut, di lontarkan oleh 2 orang Mahasiswa Universitas Jambi ini.
Ya, sebut saja namanya Gilbert dan Arnold Harun. Tak seperti rekan-rekannya, yang menghabiskan libur pergantian semester untuk ‘holiday’. Kedua kawula muda tersebut, memilih untuk bekerja sebagai Pramuniaga, pada sebuah Cafe di kawasan kampusnya.
Baca juga : Gubernur Tegaskan RSUD Raden Mattaher Berikan Layanan Terbaik
Bukan tanpa alasan, bilangnya, dampak perekonomian orang tua di tengah Pandemi Covid-19 menuntutnya untuk mandiri. Untuk itu, Ia memberanikan diri untuk bekerja, dan melepas sementara almamaternya. Mahasiswa pekerja paruh waktu di Jambi.
“Pertama, ya karena situasi perekonomian. Siapa coba, yang tak terdampak karena Covid-19 ini. Sementara, Uang Kuliah Tunggal (UKT) harus di penuhi. Maka, tidak ada alasan gengsi almamater,” ungkapnya, Minggu (26/12/2021).
Sembunyikan Rindu, Demi Menggapai Asa
Di samping itu, Mahasiswa Ilmu Kehutanan Universitas Jambi Semester 9 ini menuturkan, terhitung 3 pekan bekerja tentu menyembunyikan rindunya pada kampung halaman.
Namun apa daya, demi menggapai asa, tugas pekerjaan yang di gelutinya, mengharuskannya berjibaku dengan penuh senyum keikhlasan. Seperti, memasak dan menghantarkan menu konsumen, melayani dengan ramah tamah.
“Kalau soal rindu, siapa yang tak rindu dengan keluarga. Kami meyakini, tidak ada proses yang instan menuju kesuksesan. Ya, meski kadang kala kami menyembunyikan rindu itu, kalau di telpon orangtua. Lagi-lagi, ini kan pilihan harus tahan banting,” tambahnya, seraya tersenyum tipis.
Termotivasi Dari Mario Teguh
Tak jauh berbeda, hal senada di katakan oleh Arnold Harun, mahasiswa UNJA yang juga bekerja di Galery Coconut Cafe (GCC) Mendalo ini. Bilangnya, Ia termotivasi dari beberapa pendapat para tokoh. Sebut saja Mario Teguh, salah satu Motivator tersohor di Indonesia.
Arnold menjelaskan, termotivasi dari penuturan Mario Teguh, sebuah kalimat yang berbunyi ‘Belajarlah Menikmati Pedihnya Kesabaran, Sampai Anda Merasakan Manisnya Kesuksesan’.
“Begini, saya ada prinsip tidak ada jalan instan menuju kesuksesan. Ya, daripada tidur-tiduran di kost, mending kita bekerja ajalah. Hitung-hitung, meringankan beban orangtua dan menambah pengalaman,” bebernya.
Serupa dengan rekannya, Ia juga menahan rindu untuk bertemu sanak family. Tak ayal, pria kelahiran Sumatera Utara ini harus bergelut tugas-tugas pekerjaannya.
“Rindu dong, tapi ini kan berproses. Sehingga, nanti setelah sukses, ada cerita yang mau diceritakan pada anak-anak kami kelak. Oh, beginiloh bapakmu dulu nak, bekerja sambil kuliah.” tukas mahasiswa, yang juga Kader GMNI Jambi ini. (Tr01)
