BERITA JAMBI – Sempat viral sebelumnya di masyarakat, terkait adanya kabar dugaan pengusiran dua murid kakak beradik dari salah satu sekolah di Jambi, saat hendak ujian karena belum bayar SPP. Berikut cerita sebenarnya.
Sebelumnya, beredar kabar adanya pengusiran murid di salah satu Sekolah di Jambi di usir saat ujian, lantaran tak bayar SPP. Kabar ini pun heboh, hingga viral di media sosial.
Baca juga : Tak Puas Lapor Polisi, HMI UIN STS Jambi Geruduk Rektorat
Tak lama setelah kabar tersebut heboh dan viral di Medsos, pada hari Kamis (9/12) kemarin pihak Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Mahdaliyah Kota Jambi, bertemu langsung dengan orang tua siswi.
Dalam pertemuan ini, tampak hadir pulang Camat Kota Baru, Jauharul Ihsan sebagai penengah media tersebut.
Jauharul Ihsan pun mengatakan, bahwa Ia langsung bertindak cepat, usai mendapatkan instruksi langsung dari Walikota Jambi, Syarif Fasha.
Ia menilai, hal ini bermula dari kurangnya komunikasi sekolah dan orang tua. Namun hal itu sudah menemukan titik terang, baik dari pihak sekolah maupun orang tua siswi.
“Kami di sini menyikapi, menengahi dan mengklarifikasi permasalahan ini, agar tidak berlarut-larut,” ujar Jauharul Ihsan dalam sebuah video yang di unggah akun Youtube Mediator News.
Selain itu, sang Camat juga menyampaikan amanah dari Walikota Jambi, yang sebelumnya telah di beritakan akan membayar tunggakan SPP dua siswi tersebut.
“Kami juga menyerahkan wujud kepedulian Walikota kita, untuk membayar SPP,” lanjutnya.
Keterangan Pihak Sekolah
Sementara itu, Waka Kepsek Madrasah Aliyah Mahdaliyah Kota Jambi, Nanik Elfira menuturkan bahwa tidak ada pengusiran siswa seperti yang di beritakan sebelum.
Sedangkan untuk tunggakan SPP yang belum di bayar, yakni senilai Rp 80 ribu untuk Madrasah Aliyah. Dan Rp 60 ribu, untuk Madrasah Tsanawiyah.
Ia menuturkan, bahwa selama ini 75 persen dari siswa di yayasan di bebaskan dari biaya SPP, karena mayoritas siswa-siswi di sekolah tersebut berasal dari panti asuhan.
“SPP di madrasah kami ini berjenjang, yang yatim piatu tidak bayar dari kelas 1 sampai kelas 3. Kemudian, kita juga melihat latar belakang pekerjaan orang tua. Kalau memang orang tua tidak sanggup, kita ada yang 30 ribu. Ada 50 dan yang 60 juga,” papar Nanik.
Nah untuk persoalan tunggakan siswi tersebut, dari sekolah juga sudah beberapa kali memanggil orang tuanya. Hal itu untuk berkomunikasi dan mencari jalan keluar, bila ada permasalahan dalam membayar SPP.
Terpisah, orang tua siswa Nopri, juga membenarkan bahwa permasalahan yang terjadi, karena kurangnya komunikasi.
Lihat juga video : Klik Disini
Ia menjelaskan, bahwa saat itu anaknya bukan di usir. Akan tetapi, hanya saja di suruh pulang untuk memanggil orang tua nya.
Terkahir, Ia oun berharap hal ini tidak menimbulkan keresahan di masyarakat ke depannya. (Red)
