BERITA JAMBI – Angkutan batubara kerap terlibat kecelakaan lalu lintas, puluhan massa aksi yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jambi gelar demonstrasi di Gedung DPRD.
Sebagaimana di ketahui, belakangan ini truk angkutan Batu bara ramai di bicarakan. Betapa tidak, selain gencar di tertibkan soal pelanggaran jam operasional dan tonase.
Belum lama ini juga, kecelakaan kembali terjadi. Lagi-lagi batubara jadi sorotan, terkhusus tepatnya di kawasan Mendalo.
Baca juga : Mengantuk Picu Kecelakaan Vanessa, Berikut Tips Atasi Ngantuk dan Penyebab MicroSleep
Tak ayal, hal ini mengundang aksi demonstrasi dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Jambi soal angkutan batubara, Senin (08/11/2021).
Dalam orasinya, silih berganti terdengar teriakan mahasiswa tersebut. Mereka meminta Pemerintah beserta DPRD Provinsi Jambi, untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Bilangnya, agar tak terulang korban jiwa, maka pemerintah mesti mengambil langkah tegas. Tak hanya itu, pihaknya meminta Pemprov untuk merevisi kembali Perda Angkutan Batubara.
Yang mana, jam operasional yang mulai dari pukul 18.00-06.00 WIB, di nilai masih rentan dengan kepadatan lalu lintas. Apalagi, jalur angkutan batu bara berada di antara 2 kampus terbesar di Jambi.
“Pemerintah Provinsi Jambi, saat ini harus buka mata terhadap persoalan yang ada. Terutama saat ini, persoalan kecelakaan oleh angkutan batu bara,” teriak salah satu orator, saat berorasi di depan Gedung DPRD Provinsi Jambi.
3 Point Tuntutan
Dari keterangan tertulis yang di terima, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jambi, melayangkan 3 tuntutan aksi.
- Meminta Pemerintah Provinsi Jambi, untuk segera merealisasikan jalan khusus untuk Truk Besar Angkutan Barang, Truk Angkutan Batubara, Truk Minyak dan memperjelas regulasinya.
- Sambil mengerjakan jalan khusus tersebut belum selesai, kami meminta Gubernur Jambi mengeluarkan PERGUB Tentang Jam Operasional Angkutan Batubara, di atas jam 21.00-05.00 WIB, dan meminta KAPOLDA Jambi membuat pos pengawasan untuk menertibkan operasional Truk Pengangkut Batubara.
- Jika dua point tersebut tidak di realisasikan, maka kami akan turun langsung memblokade jalan Mendalo-Simpang Rimbo penyetopan angkutan Batubara, agar tidak lagi banyak masyarakat kehilangan nyawa di jalan lintas tersebut. (Tr01)
