BERITA JAMBI – Polemik angkutan Batu Bara di Jambi, masih santer di bicarakan. Belakangan ini, Dinas Perhubungan beserta Kepolisian gencar lakukan penindakan hukum, terkait pelanggaran tonase dan jam operasional.
Tanggapi hal tersebut, Gubernur Jambi sebut bakal gandeng Investor, guna membangun jalur khusus angkutan batu Bara.
Sebagaimana di ketahui, truk pengangkut batu bara kini santer di bicarakan. Betapa tidak, belakangan ini tim Kepolisian bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, gencar melakukan penindakan hukum terkait angkutan tersebut.
Baca juga : Dulu Cuma Jadi Tukang Pasang Bendera, Eh Kini Jadi Anggota Dewan di Jambi
Bahkan, tercatat beberapa hari ini telah memberlakukan sanksi tilang sebanyak sekitar 100 unit armada. Lalu, sanksi pengandangan 4 unit truk yang tak memiliki surat menyurat, alias bodong juga di tindak oleh kepolisian.
Saat di konfirmasi, Al Haris menuturkan, persoalan polemik angkutan batu bara ini membutuhkan solusi, yang bersifat berkepanjangan. Salah satunya, yakni melalui pembangunan jalur khusus.
Ia mengakui, beberapa waktu lalu telah lakukan pertemuan bersama beberapa investor batu bara. Bilangnya, ke depan bakal gandeng investor, untuk membangun jalur khusus.
“Saya sudah ngobrol, dan menanyakan langsung kepada beberapa Investor, yang berminat dengan jalur khusus. Saya tanya, kalau kamu memang serius, silahkan jajaki, silahkan rintis dan silahkan usahakan bangun jalur khusus. Sebenarnya, itu sama-sama menguntungkan,” ungkap Al Haris, Selasa (26/10/2021).
Efisiensi Waktu
Lebih lanjut, Bupati Merangin 2 periode ini menjelaskan, dengan adanya jalur khusus tentunya berdampak baik bagi banyak pihak.
Haris menggambarkan, jalur khusus batubara tersebut bakal di canangkan melalui jalur darat dan sungai. Sehingga, bukan hanya dapat mengurai kemacetan lalu lintas. Hal itu juga memberikan dampak efisiensi waktu, bagi distribusi batu bara.
“Misal, dari Sarolangun Mandiangin di bangun jalan menuju ke Tenan, Batanghari. Terus, dari Tenam Batanghari itu di bawa melalui kapal tongkang,” jelasnya.
Kendati demikian, untuk merealisasikan kombinasi via jalur darat dan sungai, di butuhkan renovasi kedalaman. Hal ini bertujuan, agar kapal tongkang dapat melintas.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
“Dengan catatan, ada 7 titik pendangkalan sungai yang mesti di gali mereka. Nah, kalau itu jadi dari Sarolangun ke dermaga Tenam hanya 70 kilometer jalan baru.” bebernya.
Terakhir, Ia juga akan mengkoordinasikan investor dengan Kepala Daerah, yang di lintasi wilayah rencana jalur khusus tersebut. (Tr01)
