MERANGIN – Berubahnya data penerima bantuan JPS Provinsi Jambi di Simpang Limbur Merangin, memicu konflik di tengah masyarakat. Betapa tidak, beberapa nama yang di coret dari data tersebut tak terima, apalagi di gantikan dengan penerima yang tidak melalui proses pendataan ulang.
Tak ayal, warga pun protes mengapa namanya di coret dan di gantikan dengan nama yang baru. Padahal, tidak ada pendataan ulang untuk penerima Bantuan JPS Provinsi Jambi, yang di danai dari Refocusing APBD tahun 2021 sebesar Rp 542 Miliar tersebut.
Di ketahui, Refocusing APBD Provinsi Jambi tahun 2021 itu, di gunakan untuk Pemilihan Ekonomi Nasional (PEN), dan Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) untuk masyarakat yang terdampak Pandemi COVID-19 di Provinsi Jambi dan lainnya. Masing-masing penerima mendapatkan Rp 300 ribu per KK.
Nah terkait bantuan JPS Provinsi Jambi yang di salurkan kepada 11 Kabupaten Kota di Provinsi Jambi, termasuk Merangin ini berpolemik. Bahkan ada warga di beberapa Desa protes, terhadap penerima bantuan dari pemerintah tersebut.
Berpolemik di Simpang Limbur
Salah satunya di Desa Simpang Limbur Merangin Kecamatan Pamenang Barat, yang baru-baru menjadi polemik. Pasalnya, ada beberapa nama-nama yang dulu terdaftar di coret, dan di gantikan dengan nama baru.
Ironisnya, nama-nama yang baru muncul tersebut tanpa melalui proses pendataan ulang. Melainkan hanya di lakukan oleh Camat dan 2 staf nya saja.. Wajar, bila hal itu menuai aksi protes dari warga setempat.
Dari informasinya, data penerima bantuan JPS Provinsi Jambi di Simpang Limbur Merangin ini memang di rubah oleh pihak Kecamatan Pamenang Barat.
Informasinya, data tersebut di ubah oleh Camat Pamenang Barat terdahulu, ketika masih di pegang oleh Daryanto. Di mana, kala itu Daryanto memang meminta staf di kantor kecamatan untuk memverifikasi ulang data tersebut, untuk di gantikan dengan yang baru.
Hal itu pun turut di benarkan oleh Daryanto, selaku Camat Pamenang Barat yang lama.
Keterangan Camat Pamenang Barat Yang Lama
Bilangnya, Ia di minta oleh pihak kabupaten untuk mengirim data calon penerima bantuan JPS Provinsi Jambi tahun 2021. Boleh dengan data yang lama, maupun data baru.
“Ya memang di rubah, itu pun bukan kemauan saya sendiri. Kami bertiga kalau itu, ada Pak Sekcam Arif, pak Kasi Sutar,” terangnya.
Ia juga mengakui emang pihaknya tidak lagi menyerahkan pendataan melalui desa, takut menjadi polemik. Oleh karena itu, mereka pun memverifikasi data yang ada. Memang dua nama di haruskan untuk di ganti, karena di nilai tak layak untuk menerimanya.
Secara keseluruhan, Ia juga tidak tahu bagaimana keadaan ekonomi warga Simpang Limbur Merangin yang di gantikan. Ada beberapa nama, itu diusulkan oleh stafnya. Daryanto hanya mengusulkan dua nama yang di ganti, yakni Budi dan Yahya. Karena menurutnya, mereka tidak layak untuk mendapatkan bantuan tersebut.
“Kalau yang saya haruskan itu ya dua itu, Pak Budi sama pak Yahya. Pak Budi kan sudah jadi BPD dan pak Yahya, rumahnya ada dua gitu. Selebihnya, diusulkan oleh yang lain. Kalau tidak salah itu ada 5 nama. Jujur saya juga tidak tau semuanya bagaimana kondisi ekonomi nya, yang tau yang orang di situ,” paparnya.
Camat Pamenang Barat Yang Baru Turun Tangan
Sementara itu, Haidir Camat Pamenang Barat yang baru di lantik beberapa waktu yang lalu, juga mengakui ada sedikit kesalahan dan tidak transparansi yang di lakukan oleh pihak Kecamatan Pamenang Barat waktu itu.
Untuk meluruskan hal itu, Ia pun mencoba menghubungi pihak Pos dan Provinsi untuk meminta waktu, agar penyaluran Bantuan JPS ini di tunda terlebih dahulu supaya bisa di verifikasi ulang. Karena, ada beberapa penerima yang di nilai juga tidak layak untuk menerima nya.
“Ia memang ada kesalahan dari kecamatan. Saya lihat juga ada guru yang menjadi penerima bantuan tersebut, kan itu tidak bisa sebenarnya. Makanya saya coba koordinasi dengan orang pos dan Provinsi, supaya penyaluran bantuan ini di tunda dulu. Karena ada data yang perlu di verifikasi ulang. Tapi sayangnya tidak bisa lagi,” bebernya.
Pun demikian, untuk tahap kedua nanti Ia akan verifikasi ulang data tersebut, agar penerima bantuan JPS pemerintah Provinsi Jambi ini bisa tepat sasaran.
“Tahap selanjutnya akan kita verifikasi ulang. Karena saya juga tahu, kasian juga nama-nama yang di gantikan kemarin. Mereka layak menerimanya. Kalau untung sekarang biarkan pakai data itu dulu. Takutnya kalau kita ubah sekarang, nanti akan berpolemik lagi,” tegasnya.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Haidir juga minta maaf, karena soal data bantuan JPS Pemerintah Provinsi Jambi tersebut, sudah ada sebelum Ia menjabat. Sehingga, belum tahu pasti bagaimana ceritanya.
“Makanya tadi saya kumpulkan staf saya, panggilkan Kades juga, untuk meminta keterangan soal data ini. Ke depan, ini akan kita verifikasi lagi dengan data orang-orang yang benar-benar layak menerimanya,” tukasnya. (Nrs)
