Alamak, Data Penerima Bantuan JPS di Simpang Limbur Berubah, Pihak Kecamatan Klaim Ulah Provinsi dan Kabupaten?

JAMBI – Data penerima bantuan JPS Pemprov Jambi di Desa Simpang Limbur Merangin mendadak berubah, warga pun mengeluh. Ironisnya, Pihak kecamatan saat di konfirmasi malah tidak tahu dan klaim itu data dari Provinsi atau Kabupaten.

Tak ayal, hal ini pun mengundang pertanyaan besar bagi publik. Betapa tidak, setiap data penerimaan bantuan dari pemerintah, itu melalui tingkatan paling bawah. Mulai dari RT, Lurah, Kades, Kecamatan hingga Kabupaten, baru sampai ke Provinsi Jambi.

Baca juga : Ubah Nama Penerima Tanpa Mendata? Bantuan JPS Pemprov di Simpang Limbur Jadi Polemik

Apalagi, bantuan tersebut murni dari Hasil Refocusing APBD Provinsi Jambi, yang memang di peruntukan untuk membantu masyarakat Jambi, yang terdampak oleh pandemi Covid-19 saat ini.

Namun sangat di sayangkan, data penerimaan bantuan tersebut selalu menjadi polemik di tengah masyarakat. Salah satunya bantuan JPS di Desa Simpang Limbur Merangin, Kecamatan Pamenang Barat Kabupaten Merangin.

Pasalnya, data penerima bantuan JPS Pemprov Jambi di desa Simpang Limbur Merangin ini, menggunakan data lama. Namun, ada beberapa warga yang awalnya tercatat dalam data yang di kirimkan ke pihak Kabupaten tersebut, malah tidak masuk. Akan tetapi, muncul nama-nama baru. Ada apa?

Padahal, Kadus setempat mengaku tidak pernah melakukan pendataan baru. Herannya, data lama yang pernah Ia kirim, ada yang berubah. Kok bisa?

Kabag di kantor Camat Pamenang Barat, Mawi saat di konfirmasi mengakui bahwa data yang di gunakan untuk penerima bantuan tersebut, memang data lama.

“Kalau soal data, di simpang Limbur tu data dulu lah, data awal kemarin. Tapi ado yang tidak dapat lagi dalam data itu, sudah di rumahnya. Kami menerima bantuan itu langsung dari kantor Pos Provinsi,” katanya.

Klaim Pihak Provinsi dan Kabupaten

Saat di tanya siapa yang mengubah data tersebut, Ia mengaku tidak tahu, dan klaim itu di ubah oleh Orang Provinsi atau Kabupaten.

“Saya rasa itu dari Provinsi lah, kami dari kecamatan tidak tahu, orang Provinsi yang ngubahnyo. Entah dari Provinsi atau dari Kabupaten, kami tidak tahu jugo,” terangnya lagi menggunakan bahasa daerah.

Lalu siapa yang mengubah data tersebut, sementara tiap warga Desa yang tahu itu hanyalah Perangkat Desa dan kecamatan, siapa yang layak mendapatkannya. Sedangkan, dari Desa hingga kecamatan tidak ada memberikan data baru. Dari mana nama-nama baru yang masuk dalam data penerima tersebut?

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Apakah benar ada pihak Kabupaten yang bermain? Atau malah Pihak kecamatan Pamenang Barat sendiri? Hal ini masih menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat, apalagi data tersebut bisa berubah, padahal nama yang diusulkan dari awal adalah nama sudah tercatat dalam data pemerintah. Dari mana nama-nama baru itu muncul?

Sementara itu, Camat Pamenang Barat, Haidir saat di konfirmasi terkait persoalan tersebut, hingga kini belum ada tanggapan alias bungkam. (Red)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033