JAMBI – Beberapa pekan terkahir, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini, terus menguat hingga pasca lebaran kemarin. Namun, untuk minggu ini harga sawit di Jambi mulai melemah pertengahan Juni 2021, Jum’at (18/06/2021).
Sebelumnya, diketahui bahwa harga CPO di pasar dunia melemah beberapa waktu lalu. Bahkan, di Malaysia, China hingga AS juga anjlok.
Baca juga : Dikenal Dunia, Begini Kisah Dibalik Teh Hitam Produksi PTPN 6
Melansir dari Kontan.co.id Harga komoditas minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) Malaysia, masih belum keluar dari tren pelemahan.
Pada perdagangan kemarin, Kamis (17/6/), harga CPO kontrak September 2021 di Bursa Malaysia Derivative Exchange, di transaksikan melemah 0,24% ke RM 3.396/ton.
Founder Traderindo.com Wahyu Laksono menjelaskan, koreksi yang terjadi pada CPO sebenarnya sudah di antisipasi. Apalagi, harga CPO sudah menguat tajam dan menembus level tertingginya, wajar pada akhirnya jika mengalami koreksi. Dari sisi fundamental, Ia menyebut saat ini kondisinya memang tidak menguntungkan bagi CPO.
Buntut melemahnya CPO ini, tampaknya berdampak pada harga sawit di Jambi di 18 Juni ini yang ikut turun. Meskipun tak begitu signifikan.
Berdasarkan rapat Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Kamis (17/06) harga TBS Provinsi Jambi periode 18 hingga 24 Juni 2021 terjadi penurunan.
Hal ini dilihat berdasarkan persentase, yang telah di hitung dinas Perkebunan Provinsi Jambi, yang di bandingkan dengan minggu lalu.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Rinciannya, Harga rata-rata CPO Rp. 8.981,30, rata-rata Inti Sawit Rp. 6.333,27. Sedangkan Indeks K 92,23%, serta harga TBS umur 10-20 tahun sebesar Rp. 2.120,08 per kilogram.
Oleh karena, terjadi penurunan harga sebesar Rp. 268,16 per kilogram, dari periode yang lalu. Bahkan penurunan harga rata-rata TBS menurut umur tanaman, sebesar Rp. 245,92 per kilogram. (Nrs)
