Tersohornya Teh Hitam Kayu Aro ini sudah dikenal dunia sejak lama. Menjadi primadona di Eropa, yuk kita ulas kisah dibalik Teh Hitam produksi PTPN 6 itu.

Dikenal Dunia, Begini Kisah Dibalik Teh Hitam Produksi PTPN 6

Berita Bisnis Berita Jambi

BERITA JAMBI – Tersohornya Teh Hitam Kayu Aro ini sudah dikenal dunia sejak lama. Menjadi primadona di Eropa, yuk kita ulas kisah dibalik Teh Hitam produksi PTPN 6 itu.

Bahkan di bandingkan di Indonesia sendiri, Teh Hitam Kayu Aro lebih di kenal di Benua Biru. Aromanya yang kuat dan khas membuat Teh Kayu Aro ini sangat digemari para bangsawan dan keluarga kerajaan di Eropa.

Baca juga : Sejarah Kebun Teh Kayu Aro Kerinci, Dari Belanda Hingga PTPN VI

Salah satunya Ratu Elizabeth dari Inggris, Ratu Wilhemina, Ratu Juliana, hingga Ratu Beatrix dari Belanda di kabarkan sangat menyukai Teh Hitam Kayu Aro.

Awalnya kawasan ini dulunya hanya hutan biasa, namun Belanda menyulapnya menjadi hamparan kebun teh.
Sudah menjadi kisah lama kalau bangsawan Eropa memang sangat menyukai teh.

Pada masa itu, cerita singkat dari berbagai sumber, Belanda membuat para pekerja bekerja keras. Meski begitu, mereka mendapatkan fasilitas dan mendapatkan jatah beras, gula, minyak dan lain sebagainya dari pabrik Kayu Aro.

Para pekerja dari Pulau Jawa itu tak kerasan juga. Tapi orang Belanda tak putus asa, mereka membuat para karyawannya itu betah di sana.

“Kalau mau Lebaran, ada pertunjukan wayang kulit atau wayang orang yang pemainnya. Ya, (mereka,red) karyawan Kayu Aro.’’ ungkap Soemardi, melansir GNFI.

Teh Hitam Produksi PTPN VI

Kini, masa-masa kelam itu sudah terlewati. Kenikmatan Teh Hitam Kayu Aro masih menjadi primadona di Benua Biru. Bahkan teh hitam khas Jambi inilah konon menjadi teh hitam terbaik dunia.

Salah satu rahasianya adalah proses pengelolaan daun tehnya yang masih mempertahankan cara konvensional. Serbuk-serbuk tehnya tidak menggunakan bahan pengawet atau bahan pewarna sedikit pun.

Bahkan untuk lebih menjaga kualitas tehnya, pekerja tidak boleh menggunakan kosmetik ketika mengelola tehnya.

Sekedar informasi, perkebunan teh Kayu Aro itu berada di ketinggian elevasi 1.600 meter dari permukaan laut/mdpl. Perkebunan teh Kayu Aro Kerinci, Jambi, menjadi perkebunan teh tertinggi kedua di dunia.

Sedangkan urutan pertama di tempati Darjeeling Tea Plantation di West Bengal, India Dengan berada di ketinggian itu tak heran jika kesegaran udara pagi sangat terasa di hamparan perkebunan teh itu.

Tak hanya tertinggi kedua di dunia perkebunan teh peninggalan masa kolonial Belanda ini juga menjadi salah satu perkebunan teh yang tertua di Indonesia.