Jumat Agung Jelang Hari Paskah, Hingga Disebut Good Friday

BERITA NASIONAL – Dalam hari raya perayaan Paskah umat Kristiani, hari Jumat sebelum hari Paskah di peringati sebagai hari Jumat Agung atau Good Friday.

Sejak masa awal sejarah Kekristenan, Jumat Agung di peringati sebagai hari kesedihan, penebusan dosa, dan puasa.

Menurut Alkitab, pada hari sebelum Paskah, Yesus Kristus di cambuk dan diperintahkan untuk memikul salib ke puncak Golgota. Di mana dia akan di salibkan dan kemudian di hukum mati.

Baca juga : Pengorbanan Bukan Akhir dari Perjuangan, Begini Pesan Pangeran di Hari Paskah

Lalu, mengapa dalam hari untuk memperingati hari penderitaan dan kematian Yesus, itu di sebut Jumat Agung atau Good Friday?

Beberapa sumber menyatakan hari itu di sebut “baik”, karena itu di yakini sebagai hari yang suci oleh umat Kristiani. Ada juga yang mengatakan bahwa frasa tersebut. merupakan “bahasa pelesetan” dari kata “Jumat Tuhan” (God’s Friday).

Salah satu sumber dari editor senior di Oxford English Dictionary (OED), Fiona MacPherson menerangkan bahwa penggunaan kata sifat, yang secara tradisional di pakai dalam penyebutan hari raya keagamaan itu, “merujuk pada hari (atau kadang musim). Di mana ketaatan keagamaan di jalankan.” OED menyatakan “baik” dalam konteks ini, mengacu pada “hari atau musim yang di rayakan sebagai hari suci oleh gereja.

” Kondisinya berlaku sama dengan penyebutan good tide (air pasang baik), pada hari Natal atau pada Shrove Tuesday (hari sebelum Rabu Abu yang mengawali rangkaian Paskah umat Kristen).

Jumat Agung

Selain Jumat Agung, ada juga Rabu Agung (Rabu Abu) yang perayaannya tidak sepopuler hari lain, dalam rangkaian menjelang Paskah.

Hans J Hillerbrand, Profesor Emeritus Sejarah dan Agama, Universitas Duke, Durham, Carolina Utara, dalam tulisannya di Britannica menyatakan pertanyaan tentang apakah dan kapan.

Selain itu, kematian dan kebangkitan Yesus memicu kontroversi besar, dalam agama Kristen awal. Sampai abad ke-4, Perjamuan Terakhir Yesus, kematiannya dan kebangkitannya di peringati, dalam satu rangkaian tunggal pada malam sebelum Paskah.

Sejak saat itu, ketiga peristiwa itu di rayakan dalam rangkaian Paskah, sebagai peringatan kebangkitan Yesus, yang di anggap sebagai peristiwa terpenting bagi umat Kristiani.

Penggunaan paling awal dari Good Friday di temukan di The South English Legendary, sebuah teks dari sekitar tahun 1290, menurut BBC.

Berita lain : Maknai Hari Paskah Dengan Persatuan, Maria : Mempertahankan Lebih Sulit Dari Memperjuangkan

Menurut Katekismus Baltimore, teks standar sekolah Katolik AS dari 1885 hingga 1960-an. Penyebutan Jumat Agung atau Good Friday, untuk hari Jumat sebelum perayaan Paskah adalah karena Kristus .”Menunjukkan kasih-Nya yang besar kepada manusia, dan menggenapi semua berkat yang di terima-Nya untuk menebus dosa manusia.”

The Catholic Encyclopedia, yang pertama kali di terbitkan pada 1907, menyatakan bahwa asal usul istilah tersebut tidak jelas.

God’s Friday

Di katakan beberapa sumber, melihat asal-usulnya dari istilah “God’s Friday” atau Gottes Freitag. Sementara yang lain berpendapat, bahwa itu berasal dari bahasa Jerman, Gute Freitag.

The Catholic Encyclopedia juga mencatat, bahwa hari itu juga di sebut sebagai Jumat yang Panjang (Long Friday) bagi Anglo-Saxon. Selanjutnya, penyebutan ini yang juga di gunakan di Denmark modern.

Di katakan juga, bahwa hari itu di kenal sebagai “Jumat Suci dan Jumat Agung”, dalam liturgi Yunani, “Jumat Suci.” Sementara dalam bahasa Jerman, hari itu di sebut juga Karfreitag atau Jumat Penuh Duka.

 

Sumber : Kompas.com

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page