Pengorbanan Bukan Akhir dari Perjuangan, Begini Pesan Pangeran di Hari Paskah

Berita Jambi

BERITA JAMBI – Pesan Pangeran Simanjuntak, Dewan Kota Jambi dalam memperingati Hari Raya Paskah atau Kebangkitan Yesus Kristus, yang bertepatan pada tanggal 04 Maret 2021 nanti.

Seperti di ketahui, Hari Paskah merupakan hari besar bagi Umat Nasrani dan Katholik. Rutin di peringati tiap tahunnya, serta memiliki pesan tersendiri bagi tiap-tiap yang merayakannya.

Baca juga : Maknai Hari Paskah Dengan Persatuan, Maria : Mempertahankan Lebih Sulit Dari Memperjuangkan

Memaknai hari paskah, ini pesan Wakil Ketua DPRD Kota Jambi, Pangeran HK Simanjuntak. Di mana, bilangnya, dalam memaknai Paskah bahwa pengorbanan bukanlah sebuah akhir dari perjuangan.

Bagi umat Kristiani, Paskah merupakan hari raya yang biasa dilaksanakan tiap tahunnya. Memiliki makna sebagai kemenangan Yesus Kristus atas kematian.

Saat ditemui DinamikaJambi.com usia kegiatan Reses, Kamis (01/04/2021), Pangeran HK Simanjuntak memiliki makna Paskah tersendiri.

Pria lulusan S2 Universitas Sumatera Utara ini, memaknai paskah sebagai catatan untuk sebuah perjalanan hidup. Tentu, di dasari oleh kisah pengorbaban Yesus Kristus di kayu Salib.

” Saya secara pribadi memaknai Paskah sebagai poin penting, bahwa penderitaan itu bukanlah sebuah akhir. Itu adalah proses menuju pada kebahagiaan dan kemenangan dalam perjalanan hidup, ” ungkap Pangeran.

Kemudian, dalam kacamata mantan Dosen ini, jika di tilik dari sejarahnya, pun Paskah dapat dimaknai sebuah pengampunan.

” Paskah ini juga saya maknai sebagai pengampuan. Bagaimana kita di ajarkan untuk mengampuni, lalu lebih mengasihi sesama umat manusia, ” tambahnya.

Paskah Dalam Bingkai Persatuan

Saat di wawancarai, Politisi Partai Nasdem ini juga berharap kedepannya nilai-nilai persatuan tetap terjaga. Sebab, baginya sendiri Indonesia bak Primadona yang selalu di perebutkan.

Lantas, oleh perumpamaan tersebut, Pria kelahiran Sumatera Utara ini berpesan agar tetap merawat persatuan dan kesatuan.

Tak tanggung-tanggung, asumsinya berkata bahwa Indonesia merupakan barometer bagi bangsa lain atas keberagaman yang ada.

” Indonesia ini bagaikan Primadona, suatu kekayaan yang belum tentu di miliki bangsa lain. Kaya akan agama, suku, bahasa dan juga budayanya. Tentu ini sebuah aset besar yang harus sama-sama di jaga, ” jelasnya.

Tantangan Bersama

Kemudian, melalui momentum Paskah, Politisi yang memiliki gaya berbicara lembut ini membeberkan berbagai tantangan bangsa saat ini.

Di mulai dari persoalan Narkoba hingga paham Radikalisme yang berpotensi menyasar kawula muda. Tentu baginya, hal ini rentan terhadap kemajuan Indonesia kedepannya.

Maka, melihat hal tersebut, Ia berpesan pada seluruh anak muda agar tak jenuh dalam meningkatkan potensi diri.

” Selain menja persatuan, anak muda hari ini jangan bosan membekali diri. Dengan ilmu, kemudian menguasai kemajuan teknologi, ” bebernya.

Lihat juga video : Viral Tabrak Wanita, Pria Bawa Fortuner Todong Senjata ke Warga Duren Sawit

Namun terlepas dari itu semua, dalam pandangan Ketua Garda Pemuda Nasdem Jambi ini, utamanya anak muda harus memiliki pondasi.

Yakni, nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan perlu menjadi catatan penting.

” Selain beberapa hal tadi, tentu saja anak muda di bentengi dengan keimanan. ” tutupnya.
(Tr01)