BERITA JAMBI – Anggota dewan Komisi II DPRD Provinsi Jambi, Musharuddin soroti Bulog Jambi karena stok beras di gudang mereka selama 8 tahun tak di gunakan. Ada apa?
Hal ini di sampaikan Politisi PAN itu, saat di temui di gedung DPRD Provinsi Jambi, usai menggelar rapat paripurna pengesahan 2 Ranferda, dan penyampaian LKPJ Gubernur Jambi, Senin (29/03/2021).
Sebelumnya, dalam rapat paripurna itu, anggota dewan asal Kabupaten Merangin ini juga soroti Bulog dan OPD terkait, soal stok beras yang dibiarkan menumpuk di gudang Bulog dan tidak pernah di gunakan sejak tahun 2013 lalu.
Padahal, banjir bandang di Kabupaten Sarolagun beberapa bulan yang lalu, serta di Kabupaten Merangin yang tingginya lebih kuramg 2 meter.
Peristiwa tersebut, menghabiskan ratusan Hektar (Ha) sawah dan lahan perkebunan lainnya, sehingga mengancam ketahanan pangan bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Bukan cuma itu, sebagian masyarakat pun mengalami kelaparan. Sementara stok beras di gudang Bulok Provinsi Jambi, belasan ribu ton tak di gunakan.
Peduli akan situasi tersebut, Musharuddin wakil rakyat dari Dapil Merangin-Sarolangun sampaikan lewat pidato di sidang paripurna.
“Tadi juga sampaikan kepada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi dan Forum bulog. Saya minta Kepada Dinas terkait kalau sudah terjadi bencana yang berdampak kerugian dan korban lahan persawahan, tolong dinas turun ke lokasi kejadian. Ajak dan bersama DPRD yang Dapil yang terkena musibah, untuk memastikan musibah tersebut biar tidak terjadi hal negatif,” paparnya.
Berdampak Bagi Masyarakat
Ia juga menegaskan, kepada Bulog dan dinas terkait, karena saat terjadi bencana banjir dan kebakaran, sulit untuk mendapati bantuan dari Pemerintah Provinsi. Hal ini dikarenakan birokrasinya sangat panjang.
“jadi dak sanggup masyarakat untuk mengurus sampai ke provinsi,” terangnya.
Baca juga : Bulog Tanjabbar Jamin, Kebutuhan Pokok Aman Hingga Akhir Tahun
Berita lain : Rapat Paripurna Memanas, Tolak Ranperda Soal Bank Jambi Di tunda, Fraksi Demokrat Siap WO
Tak ayal, hal ini tentu menjadi pertanyaan baginya. Apalagi, dari pantauannya sebagai anggota DPRD di lapangan, khusus di Kabupaten Merangin, banyak terjadi bencana. Lalu mengapa tak di salurkan.
“Pengecekan kami, ada beras Bulog itu dari 2013 sampai hari ini tidak tersalurkan, dengan alasan tidak ada bencana. Dimana-mana ada bencana kok, tiap tahun ada bencana. Memang berasnya tiap tahun dig anti, tapi kan kasian masyarakat yang terkena musibah. Maaf ngomonglah, masyarakat yang membutuhkan itu kan, yang menengah ke bawah. Jadi kalau bisa ya jemput bola lah,” ujarnya dengan nada tinggi.
Saat di tanyakan langsung ke Bulog, Ia malah mendapat jawaban yang tidak enak. Betapa tidak, bulog mengaku bahwa pihaknya tidak menerima laporan, terkait kebutuhan bantuan beras ini.
Sayangkan Hal Ini
Tentu hal ini sangat di sayangkan, mengapa harus menunggu. Bilang mantan Kades Sungai Manau Kabupaten Merangin ini, OPD dan Bulog bisa jemput bola ke bawah. Sehingga masyarakat tidak bersusah payah dalam memperoleh bantuan tersebut.
Di tambah lagi, bilangnya bahwa proses birokrasi untuk masyarakat memperoleh bantuan tersebut sangat panjang. Sehingga, di perlukan saat ini, di terima warga malah setengah tahun kemudian.
“Kan kasian masyarakat kalau kayak gitu. Sama seperti saya jadi Kades dulu, yang mengurus proses minta bantuan itu, sangat lama dan panjang prosesnya. Padahal kan, masyarakat butuhnya cepat,” bebernya.
Baca juga : Anggaran PEN 298 Miliar, Ketua DPRD Provinsi Jambi Angkat Bicara
Lihat juga video : Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Balongan Indramayu, Terdengar Ledakan
Oleh karena itu, Ia minta kepada OPD terkait dan bulog agar jemput bola, jangan menunggu ada laporan dulu baru menyalurkan bantuan itu.
“Jadi kedepannya kami harap, Bulog ini jemput bola, jangan menunggu. Birokrasinya di pangkasnya, turun langsung di lapangan, ketika lagi ada musibah. Kan sayang juga, dari 20213 stok beras di bulog tu sampai hari ini tidak di salurkan,” tegasnya. (Nrs)
