Viral, Usai Keguguran, Ibu Ini Simpan Janin Bayinya di Kulkas

BERITA VIRAL – Usai keguguran di usia kandungan 2 minggu, seorang ibu simpan janin bayinya selama 7 hari di Kulkas. Hal ini sontak buat geger publik.

Pun demikian, rupanya di balik aksi pasangan ini. Terdapat pesan positif, bagi calon ibu d negeri ini.

Sebelumnya di ketahui, biasanya kebanyakan ibu hamil lain yang keguguran, memilih untuk mengubur bayinya. Pun berbeda dengan ibu di AS ini, yang malah simpan janin bayinya berusia 14 minggu di kulkas.

Baca juga : Lagi, Pemuda Asal Simpang Rimbo Dibuat KO Oleh Bakso Mas Timbul

Unsut-usut, dari informasinya sang ibu muda rupanya ada maksud tertentu, di balik tindakannya tersebut.

Bahkan, Ia nekat menyimpan janinnya yang masih berusia 14 minggu, di dalam kulkas karena suatu alasan.

Alasan tersebut juga sangat mulia.
Seorang ibu yang mengalami keguguran telah berbagi gambar-gambar, yang memilukan dari janin yang menunjukkan bagian tangan dan kaki kecilnya.

Seperti yang di unggah akun Sharran Sutherland dari Fair Grove Missouri AS, sebuah gambar janinnya yang berusia 14 minggu. Hal ini dalam upaya untuk menunjukkan janinnya ‘sudah sempurna’, meskipun tingginya hanya empat inci dan beratnya 0,02 kg.

Selain itu, di sampaikan juga bahwa Wanita berusia 40 tahun itu, tidak ingin janinnya di buang sebagai limbah medis. Sehingga ia dan suaminya Michael (35), menyimpannya di kulkas selama seminggu, sebelum menguburnya di pot bunga di kebun.

Sharran mengatakan, dia ‘mencoba menjalani hidup seperti yang di kehendaki Tuhan,’ kemudian membagikan kisahnya di media sosial. Di mana Ia bersikeras, bahwa janin adalah ‘bayi yang sesungguhnya’.

Selain itu, Ia juga mengatakan dalam postingan anti-aborsi-nya, “Bagaimana seseorang dapat menyangkal, tidak membunuh bayi bila aborsi?”

“Saya berharap bahwa dengan membagikan foto-foto bayi lelaki saya, yang begitu berharga ini. Mungkin akan membuat satu orang yang memikirkan aborsi, memutuskan untuk membatalkannya. Dan membiarkan anak mereka tetap hidup,” ujarnya.

Bersyukur Kesempatan Melahirkan

Kemudian, di katakan juga bahwa dia ‘bersyukur’ mendapat kesempatan, untuk melahirkan. Meski kehilangan anaknya, yang dia sebut Miran.

Sang ibu mengklaim dia ‘di tolak’ untuk berduka, karena bayinya tidak pernah secara hukum adalah seorang anak.
Di bawah hukum AS, janin di anggap ‘bayi yang sesungguhnya’, pada usia 20 minggu.

“Lihat dia, memegang jariku. Melihat bagaimana dia terbentuk dengan sempurna, saya kagum.” bilangnya.

“Saya tidak bisa percaya, betapa sempurna segala sesuatunya padanya.”
Telinganya, lidahnya, gusinya, dan bibirnya. Saya tidak bisa mempercayainya,” sambungnya.

Di sisi lain, Dokter Sharran mendesaknya untuk melakukan prosedur pelebaran, dan kuretase (D dan C) untuk memotong bayi keluar dari rahimnya. Setelah Sonogram mengungkapkan jantung Miran, telah berhenti berdetak.

Tapi Sharran menolaknya, karena dia tidak ingin bayinya keluar ‘berkeping-keping’. Dan memilih untuk di induksi dan melahirkan secara alami, pada 23 April lalu. Tepatnya 173 hari, sebelum tanggal jatuh tempo.

Sharran, seorang ibu dari 11 anak, berkata, “Dokter mengatakan kami dapat membuangnya sebagai limbah medis, atau Anda dapat menghubungi rumah duka.”

“Saya sangat marah, karena dia memanggil bayiku ‘janin’. Aku tidak percaya, dia juga menyindir tentang membuang di limbah medis. Serta sangat marah karenanya. Tetapi saya juga merasa pemakaman tampak berlebihan,” jelasnya.

Tambahnya

“Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, dan saya di hadapkan dengan keputusan ini.” tambahnya.

“Suami saya dan saya berdiskusi untuk menguburnya di pot bunga, yang penuh dengan Hydrangea yang akan tumbuh setiap tahun. Dan kami pikir itu ide yang bagus,” paparnya.

Ternyata, di balik aksi ibu di AS ini rupanya memberikan pesan positif bagi masyarakat. Tentunya di Indonesia sendiri, agar tidak melakukan tindakan aborsi.

Apalagi, selain melanggar hukum, tindakan aborsi juga di larang dalam agama. Tak ayal, dengan kejadian ini, ibu di AS ini berharap orang lain yang hendak aborsi, bisa berpikir lagi. Serta bisa membatalkan perbuatan tersebut.

Sharran juga ingin membuat orang yang ingin aborsi berpikir dua kali, bahwa saat usia 14 minggu itu benar-benar bayi. Dan kehidupannya, sangatlah berharga.

 

Sumberkeepspirits.ragamberitaviral.com

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page