BERITA JAMBI – Dalam operasi pekat jelang natal dan tahun Baru, 15 pasangan tanpa surat nikah di amankan Tim Gabungan Satpol-PP bersama TNI Polri, Rabu (23/12/2020) sore kemarin.
Sebagaimana di ketahui, operasi pekat tersebut di lakukan guna untuk menimalisir prostitusi dan maraknya asusila yang ada di Provinsi Jambi ini.
Baca juga : Terciduk di Kamar Hotel, Oknum PNS Merangin Masih Diproses Petugas
Hal ini di sampaikan langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kota Jambi, Mustari saat di konfirmasi sejumlah awak media, usai menggelar razia tersebut.
Ia mengakui, bahwa pihaknya memang berhasil mengamankan 15 pasangan tanpa surat nikah, di beberpa tempat kost-kostan dan hotel yang ada di Kota Jambi ini. Sehingga, di lakukan pemeriksaan lebih lanjut, di markas Satpol-PP kawasan Kota Baru Jambi.
“Mereka sudah kami lakukan pemeriksaan,” singkatnya.
Selanjutnya, di singgung soal oknum PNS asal Merangin yang juga di temukan di sebuah kamar hotel Pundi Rezeki di Kota Jambi, ia pun akhirnya angkat bicara.
Bilangnya, memang ada di temukan oknum PNS pada saat razia di Hotel Pundi Rezeki tersebut. Namun, bukan bersama seorang perempuan.
Dari keterangan Kasat, oknum PNS tersebut datang ke Jambi untuk urusan pekerjaan. Sehingga, tidak di amankan. Karena memang saat itu, semua bukti dan dokumennya lengkap murni urusan pekerjaan.
15 Pasangan yang Di Amankan Itu Adalah
Sementara itu, 15 pasangan yang di amankan dan bawa ke markas Satpol-PP, sudah di lakukan pemeriksaan. Serta, tidak di temukan anak di bawah umur.
“Iya 15 pasangan ini tanpa surat nikah. Di mana, salah satunya ada pasangan yang di tinggal suaminya, juga terdapat pekerja di salah satu perusahaan swasta, dan ada juga yang masih belum bekerja. Hingga pasangan ini di lakukan pemeriksaan oleh penyidik kita,” jelasnya.
Lihat juga video : Bupati bilang sudah, BPBD Sebut Nunggak honor posko Covid-19 di Merangin
Ia juga menambahkan, jika nanti setelah di periksa pasangan yang mengaku pacaran akan kita panggil orangtuanya, agar di nikahkan.
“Sesuai dengan data yang kita peroleh sementara, ada pasangan yang mahasiswa 2 orang dari salah satu perguruan tinggi di jambi. Untuk yang swasta ada juga, yang single parent, dan mereka yang mengatakan pasangan kekasih. Tapi secara aturan memang tidak bisa seperti itu,” paparnya. (Tr06/Tr06)
