OPINI – Jepang menjajah Indonesia selama 3 tahun yang dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada saat Indonesia merdeka. Tentara Jepang mendarat pertama kali pada tanggal 11 Januari 1942 yang diawali dengan menguasai daerah-daerah penghasil minyak, seperti Tarakan, Balikpapan serta beberapa daerah di Kalimantan lainnya.
Pada tanggal 1 Maret 1942, Jepang berhasil mendarat di tiga tempat di Jawa, yaitu di daerah Banten, Indramayu, dan Bojonegoro. Tentara Jepang kemudian menyerbu pos tentara-tentara Belanda serta mengalahkannya. Pada 8 Maret 1942, Belanda akhirnya menyerah tanpa syarat kepada Jepang yang ditandai dengan ditandatanganinya Perjanjian Kalijati oleh Belanda.
Setelah Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang, Jepang mulai menyusun strategi penjajahan untuk menguasai Indonesia. Pada awalnya, kedatangan Jepang di Indonesia disambut baik oleh bangsa Indonesia karena Jepang dianggap telah membebaskan penderitaaan rakyat Indonesia yang diakibatkan oleh Belanda. Selanjutnya Jepang menerapkan sistem Pemerintahan Militer yang bersifat sementara sampai nantinya disempurnakan dengan penambahan Pemerintahan Sipil.
Baca Juga : Relevansi Sumpah Pemuda Di Era Pandemi
Selain itu, Jepang juga membentuk organisasi sipil, serta organisasi militer dan semimiliter. Jepang kemudian mulai menerapkan kebijakan ekonomi perang serta Romusha yang sangat merugikan bangsa Indonesia. Hal ini yang mengakibatkan rakyat Indonesia muak lalu melakukan perlawanan kepada Jepang.
Pearl Harbour Di Bom Oleh Jepang
Sejak Pearl Harbour dibom oleh tentara angkatan udara Jepang pada 8 Desember 1941, Jepang terus melancarkan serangan ke angkatan laut Amerika Serikat di wilayah Pasifik. Jepang membutuhkan amunisi tambahan untuk kebutuhan perang mereka.
Sehingga mereka segera mencari dan menduduki beberapa daerah-daerah yang kaya akan sumber daya seperti bahan mentah, hasil pertanian serta memiliki tenaga manusia yang besar untuk menopang kebutuhan industri dan perang, salah satunya di wilayah Indonesia.
Pada tanggal 11 Januari 1942 dibawah pimpinan Mayjen Shizuo Sakaguchi, Jepang menyerbu dan berhasil menguasai pangkalan-pangkalan minyak di daerah Tarakan dan Balikpapan. Selanjutnya, Jepang melanjutkan invasinya di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Sumatra dan Jawa.
Lihat Video : Kebakaran di Alam Barajo, Kota Jambi Hanguskan 2 Gudang
Untuk menghadapi gerak invasi tentara jepang di kawasan Asia Tenggara, Belanda membentuk Komando Gabungan Tentara Serikat yang disebut ABDACOM (American British Dutch Australian Command) yang bermarkas di daerah Lembang. Pergerakan tersebut dikomandani oleh Jenderal Sir Archibald Percival Wavell.
Kemudian Letnan Jenderal Ter Poorten diangkat sebagai panglima perang tentara Hindia-Belanda. Dalam upaya menguasai Jawa, terjadilah pertempuran di Laut Jawa antara tentara Belanda dan Jepang. Dalam pertempuran ini beberapa kapal beserta pasukan Belanda berhasil ditenggelamkan oleh tentara Jepang.
Sisa-sisa pasukan serta kapal Belanda yang lolos terus melarikan diri menuju Australia. Akhirnya, pasukan Jepang yang dipimpin oleh Jenderal Imamura berhasil mendarat di Jawa pada tanggal 1 Maret 1942. Pendaratan dilakukan di tiga tempat berbeda, yaitu di daerah Banten, Eretan Wetan-Indramayu, dan di sekitar Bojonegoro.
Oleh : Selamat
Mahasiswa Universitas Jambi
Program Studi : Ilmu Sejarah
