Pengantin Wanita Meninggal 1 Jam Sebelum Akad, Ketua RT Pemalang : Itu Cuma Hoax

VIRAL – Warganet sempat dikejutkan dengan viralnya Pengantin Wanita Meninggal 1 jam sebelum Akad di pemalang, jawa tengah.

Ketua RT Kelurahan Pelutan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, angkat bicara terkait video pengantin wanita meninggal 1 jam sebelum ijab qabul tersebut.

Dilansir dari tribunnews.com, diketahui, dalam video tersebut berbeda waktu dan tempat dengan kejadian yang ada di Kabupaten Pemalang.

Video tersebut diketahui oleh seorang warga Tuban Jawa, Timur dan diposting oleh sebuah akun Tiktok atas nama @aisyahnaura0 bahwa video tersebut telah di posting pada tanggal 10 September 2020.

Sedangkan kejadian di Kabupaten Pemalang terjadi pada tanggal 29 September 2020, sekitar pukul 07.00 WIB. Tepat sebelum melakukan Akad Nikah.

Diketahui, kedua pengantin yang akan melaksanakan acara pernikahan ini bernama Angsori yang merupakan warga RT 5 RW 4 Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang. Sedangkan, pengantin wanita bernama Siti Finda Yuni Atiqoh yang merupakan warga RT 4 RW 3 ni 59 Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang.

Pihak Keluarga Meminta Video Dihapus

Suherman selaku Ketua RT 4 RW 3 yang mewakili pihak keluarga mengatakan, bahwa video yang beredar di media sosial itu adalah Hoax.

Baca Juga : 1 Jam Sebelum Ijab Qabul, Pengantin Wanita Ini Meninggal Dunia

“Memang benar, ada pengantin yang meninggal dunia sebelum melakukan akad. Tetapi, untuk video yang beredar di media sosial itu, saya tekankan itu bukan warga saya” kata Suherman. (2/10/2020).

“Jadi, penangkapan warga terkati soal video yang di sosmed itu di sangkut pautkan dengan kejadian kemarin, padahal bukan.” Imbuhnya.

Dirinya juga membenarkan kalau calon pengantin wanita itu masih dalam kondisi dirias, tetapi belum menggunakan pakaian pengantin.

Lihat Juga : Klik Disini

“Calon Pengantin, memang baru saja dibedak diwajahnya. Korban menghela nafas panjang dan langsung pingsan dengan posisi terbaring.” Jelasnya.

“saat itu juga, korban belum menggunakan pakaian pengantin. Masih menggunakan pakaian biasa.” Tambahnya.

Dirinya juga menjelaskan, selama ini pengantin wanita tidak memiliki riwayat sakit. Bahkan, pihak keluarga hanya mengira hanya pingsan.

Alhasil, setelah ditunggu selama 30 menit tidak juga siuman, pihak keluarga langsung membawa pengantin wanita ke RSUD Dr M Ashari untuk dilakukan penangan medis.

“Tak seperti yang dikabarkan pada sosial media bahwa ia menderita sakit jantung, kelelahn, minta dipakaikan cincin, ataupun diliat almarhum ayahnya, semuanya itu hoax “ kata Suherman.

Suherman menekankan, bahwa vide yang beredar di sosial media itu sudah dipastikan bukanlah warganya.

“Pihak Keluarga meminta agar video tersebut untuk segera dihapus, karena bukan video yang terjadi di kabupaten pemalang.” Tambahnya.

Sementara itu, penghulu KUA kecamatan Pemalang membenarkan kejadian tersebut.

“Untuk kondisi pengantin perempuan seperti apa, saya tiak mengetahuinya.” Ujar Facturosi Alhad selaku penghulu di kecamatan pemalang tersebut.

Pihaknya juga menambahkan, selama pendaftaran KUA, ada bimbingan pra nikah yang dilakukan kedua calon.

“Saat pelatihan, calon pengantin perempuan tidak menunjukan gejala sakit atau yanganeh, semua dalam kondisi sehat.” Tambahnya. (Red.)

 

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube