Petani Tak Utamakan Kualitas, Begini Nasib Harga Karet di Jambi 

JAMBI – Saat ini, harga karet di Jambi tengah dikaji oleh pemerintah Provinsi Jambi. Hal ini lantaran, masih banyak masalah yang ditemukan di lapangan. Sehingga, tak kunjung membaik.

Salah satunya, yakni masih adanya petani yang tidak memproduksi karet bersih. Sehingga, membuat harganya tidak maksimal.

Baca juga : Harga Sawit di Jambi Kembali Melemah, Ternyata Ini Penyebabnya

Tak ayal, harga karet di Jambi saat ini dipukul rata. Dimana, yang seharusnya dapat harga 900 perkilo, karena kualitasnya ada yang tidak bagus. Maka perusahaan pun membeli dengan harga yang disesuaikan, oleh mereka sendiri.

Sepertu fikatakan oleh Subiyanto, selaku Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Provinsi Jambi, pada Jum’at (02/10/2020).

Dirinya mengatakan, bahea sebetulnya harga karet ini terjadi fluktuasi sekita 50 persen. Dimana biasanya dari harga indikasi Singapura.

Harga Lokal Karet

Kemudian, ia juga membeberkan bahwa harga lokal karet di Provinsi Jambi ini, yakni sebesar 50 persen lebih sedikit, dari harga karet indikasi Singapura.

“Jadi harga karet lokal kita, itu mulai dari 8000 sampai 10.000 rupiah. Dimana harga karet indikasi Singapura, yaitu Rp. 16.600.” jelas Subiyanto.

Selain itu, ia juga menjelaskan kalau masalah harga, Disperindag Provinsi Jambi mengambil, atas dasar kesepakatan bersama Dinas Perkebunan.

“Karena kita sebenarnya Perindag itu melalui Permendag nya. Itu ada verifikator, tetapi itu tidak jalan sepertinya,” terangnya.

Dengan demikian, maka terjadilah perbedaan harga.

“Kita juga mencari solusi, kita juga sedang melatih verifikator, yang terdiri dari pegawai, PNS, pabrik dan dari petani sendiri.” Ujarnya.

Lihat juga video : Klik Disini

Bilangnya, pengawasan itu dilakukan ditempat pengumpulan, yakni UPTD.

“Tempat pengumpulan itu, yang kita harapkan sesuai aturan itu karet yang bersih. Tetapi di lapangan terjadi yang tidak sesuai, dengan keinginan pemerintah. Sehingga tidak terpenuhi. Dengan memproduksi karet yang kurang bersih, ada juga sih yang memproduksi karet bersih. Tetapi perusahaan membelinya tidak berdasarkan kualitas dari petani, sehingga dipukul rata oleh pemerintah,” paparnya.

Oleh karena itu, nanti pihaknya akan mengadakan pengawasan oleh verifikator. (Tr06)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033