TANJABBAR – Kondisi jalan provinsi di Tanjabar, kondisinya sangat memprihatinkan. Tak ayal Warga pun jadi kesal.
Kerusakan jalan provinsi di Tanjabbar ini, berada di Kecamatan Senyerang ini, sudah hampir 10 tahun, luput dari perhatian pemerintah.
Baca juga : Berkarya Dicoret, Haris-Sani Sah Jadi Kandidat di Pilgub Jambi
Pantauan dilapangkan, kondisi yang sangat parah terdapat di 4 desa. Diantaranya desa Kepayang, Ketapang, Sunsang dan Lumahan.
Kondisi jalan rusak dan berlumpur ini, diperkirakan sepanjang 23 kilo meter.
Ironisnya, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten seakan saling lempar tanggungjawab, terkait kelanjutan pembangunan jalan strategis provinsi ini.
Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Senyerang, Fahrudin sangat menyayangkan sikap pemerintah, terkait infrastruktur jalan di wilayah nya.
Ia mengatakan, jika selama ini yang baru melihatkan kontribusinya adalah Provinsi. Yaitu dengan melakukan penimbunan (pengerasan jalan), di kelurahan Senyerang.
Sedangkan Kabupaten, belum ada selama kurun waktu 5 tahun terakhir.
“Kalau benar Kabupaten tidak mau bertanggungjawab, dengan jalan wilayah Senyerang ini, ganti saja statusnya. Dari Jalan Startegis Provinsi, menjadi Jalan Provinsi. Mungkin itu akan lebih baik,” tegasnya.
Lihat juga video : Klik Disini
Baca juga : Hari Pelanggan 2020, Swiss-Belhotel Jambi Promo Gratis Kopi
Selaku tokoh masyarakat setempat, ia berharap apa yang menjadi menjadi keluhan, dapat ditindak lanjut oleh pihak terkait. Termasuk juga DPRD Kabupaten Tanjabbar.
“Jika anggota dewan yang terhormat tau tentang kondisi yang rill jalan ini, buka saja ke publik. Biar masyarakat luas tau, seperti apa yang sebenarnya,” ungkapnya. (Hry)
