MERANGIN – Potensi budidaya ikan, masih terbuka hingga 70 persen. Kendala budidaya ikan di Merangin utamanya soal pakan.
Bertempat di halaman Dinas Perikanan Kabupaten Merangin, Kamis (11/06/2020) pagi, Bupati Merangin mendorong meningkatnya produksi ikan.
Hal itu dilakukan, lantaran Merangin hanya mampu memasok 30 persen pasar ikan. Sedangkan 70 persen masih didatangkan dari luar.
Upaya Haris, dengan menghimbau warga yang punya lahan tidur untuk dimanfaatkan ikan air tawar.
Berita Terkait : Melawan Kegagalan Budidaya Ikan di Merangin
“Warga yang memiliki lahan di belakang rumah silahkan digunakan untuk kolam budidaya ikan, lubuk larangan juga. Karena kalau kebutuhan ikan kita bisa dipenuhi oleh petani lokal, maka tidak perlu lagi kita bergantung ikan dari luar daerah,” ungkapnya.
Upaya ini, sejalan dengan bantuan terdata 140 ribu benih berbagai ikan dari Balai Benih Ikan Air Tawar (BBAT) Sungai Gelam yang disalurkan hari ini. Ikan Nila, Ikan Mas dan Jelawat diberikan pada kelompok pembudidaya.
Bantuan itu diberikan pada 5 kecamatan yakni Mekar Sari, Griya Mina Berkah dan Harapan Jaya dari Bangko Barat. Lalu ada kelompok Suka Makmur dari Bangko, Mina Lego Lestari dan Satria Mina Mandiri dari Tabir Lintas.
Lihat Video : Jawaban Bupati, Soal Batalnya Hearing Dana Covid-19
Sedangkan Pamenang Barat, Mina Mekar Muda, Mina Tunas Muda dan Mekarti Mina Utama dari Pamenang Barat. Lalu Poktan Sungai Mengkeruh dari Jangkat
BBAT sendiri masih akan memberikan bantuan sekira 40 ribu benih lagi di Bumi Tali Undang Tambang Teliti.
2 Hal Belum Tercapai
Disinggung kendala budidaya ikan di Merangin utamanya soal pakan, Bupati mengakuinya. Haris mengaku, ada 2 hal yang belum tercapai di pemerintahannya di bidang ini.
“Ke depan kita memang punya target, 2 hal yang belum tercapai. Pertama, kita memang belum punya tempat membuat pakan ikan. Kedua Terminal Agro,” katanya.
Target yang terakhir, dikatakan Haris belum tercapai lantaran belum mengantongi ijin kementrian.
Jika memang target pembuatan pakan ikan terwujud, tentu membantu pembudidaya. Setidaknya untuk ketersediaan lokal, juga mengurangi biaya pakan yang terbilang tinggi dari produksi ikan. (Red)
Baca Juga : Pabrik Pakan Ikan Belum Bisa Dianggarkan Lagi, Begini Kata Gubernur
