BISNIS - Budidaya ikan sulit-sulit gampang. Perlu upaya keras dan kegigihan kuat melawan kegagalan budidaya ikan di Merangin.

Melawan Kegagalan Budidaya Ikan di Merangin

Berita Jambi

MERANGIN – Budidaya ikan sulit-sulit gampang. Perlu upaya keras dan kegigihan kuat melawan kegagalan budidaya ikan di Merangin.

Begitulah sekilas pekerjaan Setyati Rahayu, salah satu PPL di Dinas Perikanan Kabupaten Merangin. Ia membina 13 kelompok pembudidaya yang berada di Kecamatan Bangko.

Salah satu kelompok, yakni Kelompok Pembudidaya Ikan Suka Makmur yang diketuai Wisnu Hatmaji menjadi garapan Setyati.

Wisnu berulang kali gagal dalam budidaya ikan, yakni pembesaran. Dari memanfaatkan lahan pada 2005, Ia gagal pada budidaya ikan mas, patin dan sebagainya.

Hingga akhirnya, Ia bertemu Setyati. Diskusi, pendampingan hingga Wisnu membentuk kelompok dengan belasan anggota.

“Alhamdulilah, kita dapat bantuan tahun 2019. Bantuan pemerintah ini, ingin dibuktikan bagaimana saya terbantu,” ungkap Wisnu, Rabu (10/06/2020) siang.

Pada 2020, kelompoknya mendapatkan bantuan 10.000 bibit ikan nila yang akan diserahkan pada Kamis (11/06/2020). Bantuan kedua ini, membantu kelompoknya dalam pengembangan budidaya.

Wisnu kini tengah membesarkan 3000 bantuan benih patin yang kini berusia 4,5 bulan. Selain itu, ada bibit gurami pada kolam lainnya.

Selain dibantu benih, Setyati juga mendorong pengunaan pakan alternatif pada kelompok ini.

Dimana memang, kebutuhan akan pakan ini menjadi salah satu penyebab kegagalan pembudidaya. Hanya mengunakan pelet, pembesaran ikan terlalu banyak ongkos produksi. Inilah yang tak jarang membuat untung, jadi buntung.

Saat ini, ikan patin diberikan pakan tambahan yakni daun talas dan usus ayam. Sementara untuk ikan nila, bisa diberikan pakan daun talas, daun pepaya dan kangkung.

“Kalau azzola, belum bisa. Mungkin suhu udaranya belum bisa,” ungkap Setyati.

Ia merujuk pada upaya beberapa pembudidaya di Merangin, yang belum bisa mengembangkan budidaya Azzola yang memiliki 31,25 persen protein.

Panen Bertahap

Selain itu, upaya melawan kegagalan budidaya ikan di Merangin, dilakukan dinas yang dikomandoi M Damai ini dilakukan dengan pola panen bertahap atau tidak sekaligus.

“Ini supaya harganya tidak jatuh. Jadi, kalau ada yang mau ambil 6 kg, 10 kg, bisa dipanen dulu,” paparnya.

Upaya ini, juga diikuti dengan komunikasi baik antar PPL, pembudidaya dan pembeli. Setyati bahkan mengunakan media sosialnya, untuk membantu penjualan ikan.

Saat ini, Setyati tengah mengembangkan Budikdamber atau Budidaya ikan dan tanaman dalam ember. Dimana budidaya ikan, bersamaan dengan tanaman seperti kangkung di sisinya.

 

Baca Juga : Manager PT PLN Pusat Kunjungi Sungai Gelam, Ada Apa..?