Soal Bangku Sekolah Saja, Walikota Jambi Berani Bohong..!!

KOTA JAMBI – Ternyata Walikota Jambi, Sy Fasha dan anak buahnya yakni Kepala Sekolah SD Negeri 47, Ansori memiliki pernyataan yang saling bertolak belakang. Kalau Fasha bilang bangku sekolah cukup sedangkan Ansori justru bilang sekolahnya masih kekurangan bangku. Ironisnya pernyataan Fasha ini menjadi viral di media sosial.

Walikota Jambi bahkan berani bilang SD Negeri 47 sebagai salah satu sekolah favorit justru kelebihan bangku. “Kelebihan bangku dan kelebihan kelas. Tadi saya tanya panggil kepala sekolahnya. Jadi ini Kepala Dinas, tolong cek SD 47, SD 1 malah kelebihan Rombel (Rombongan Belajar,red). Ada Rombel yang tidak bisa dimanfaatkan karena dibatasi cuma 4 kelas,” katanya pada Minggu (23/7)

Kekurangan bangku dan meja, sejumlah warga dan orang tua murid menyumbangkan sarana belajar tersebut
Bangku kelas belajar di SD 47 Kota Jambi

“Jangan percaya dengan media sosial. Kalau dengan Anda-anda, Adek-adek semua saya percaya. Karena itu dipertanggung jawabkan media online itu. Akun-akun palsu,” kata Fasha lagi.

Berita Sebelumnya : Sumbang Kursi Untuk SDN 47 Kota Jambi, Ini Yang Menjadi Alasan Wali Murid

Sementara terpisah, Kepala Sekolah SDN 47, Ansori menjawab Dinamika Jambi melalui telepon selulernya, Senin (24/7) siang membenarkan kekurangan fasilitas belajar tersebut. “Sayo sudah minta bantuan dengan dinas kemaren. Kalaupun dana BOS, sekarang kan masih dalam pemesanan. Jadi sekarang, adolah yang duduk di tikar,” ujar Ansori.

Berita Terkait : Kekurangan Bangku, SDN 47 Kota Jambi Disumbangkan Kursi dan Meja Oleh Warga

Kekurangan bangku tersebut dikatakan Kepsek terdapat di 4 kelas di sekolah yang berada di kawasan Telanaipura ini. Hanya saja, Ansori mengaku belum berani menyebutkan kelas mana saja yang mengalami kekurangan bangku saat ditanya awak media. Ansori yang mengaku tengah berada di Jakarta, berjanji memberikan data kekurangan bangku pada awak media.

Lho mana yang benar, Pak Walikota?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page