BATANGHARI – Pelayanan SPBU di kawasan Muaro Bulian, yang lebih mendahulukan pengisian jerigen atau galon, pada Rabu malam (29/01/2020) menimbulkan aksi protes dari warga setempat.
Bagaimana tidak, akibat ulah pekerja SPBU tersebut, membuat banyak pengendara yang mengantri.
Baca juga : Beri Inspirasi Anak-Anak SDN 26 Legok, Pertamina EP Jambi Field Gelar PEN
Baca juga : Beli BBM di Pertamini Berisiko, Pertamina Akui Tak Ada Distribusi Diluar SPBU
Baca juga : Baru, Kini Isi BBM Tak Perlu ke SPBU, Bisa Lewat Telepon
Seperti yang disampaikan salah satu warga, Mardi yang ketika mengisi minyak di SPBU Muaro Bulian menunggu hingga berjam-jam. Tak hayal ia pun mengeluh.
“Saya liat di SPBU yang disamping polsek Muara Bulian itu mengisi galon yang ada di mobil PS sebanyak 4 galon, yang lebih di duhulukan daripada kendaraan yang ngantri,” keluhnya.
Mengejutkan lagi, saat ada warga yang menegur pelayanan petugas SPBU tersebut, justru dijawab dengan nada tinggi dan marah-marah.
“Tadikan sayo tegur, dik dahulukanlah kendaraan yang mengantri, jangan isi galon dulu. dio malah marah bilang kalo kami ni capek dengan nada tinggi,” jelas Mardi menggunakan baha daerahnya.
Baca juga : 30 Gerobak Mie Ayam Gunakan Bright Gas dari Pertamina
Baca juga : Running Teks Ujaran Kebencian di SPBU, Hina Jokowi dan Megawati
Baca juga : 2 Tahun di Jembatan di Merangin Tak Diperhatikan, Warganet : Viralkan Saja
Akibat kejadian tersebut, dirinya berharap kejadian tersebut tak dilakukan terus menerus oleh petugas SPBU, karena selain menyalahi aturannya, pengisian menggunakan galon juga membuat antrian menjadi panjang.
“Sejatinya pengisian menggunakan dirigen ini menyalahi aturan, dan dapat dikenakan sangsi dari Pertamina berupa skor selama 3 bulan. Bahkan bisa dilakukan Pemutusan Hak Usaha (PHU red), dengan kata lain dapat dilakukan penutupan terhadap SPBU bersangkutan. (Ali Kucir)
Lihat video viral : Klik Disini
