JAMBI – Saat memasuki musim hujan, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menghantui masyarakat. Sebagaimana yang diketahui, Penyakit virus ini dibawa oleh nyamuk, yang terjadi di daerah musim tropis dan subtropis.
Tentu hal ini saat dikhawatirkan oleh masyarakat, terutama bagi anak-anak 1-5 tahun, karena, diusia itu sangat rentan terkena DBD saat musim hujan sepert ini.
Apalagi saat ini, memasuki puncaknya musim hujan. Jika tidak pintar dalam mengolah sampah, dan membersikan tempat naungan nyamuk, maka besar kemungkinan penyakit ini dapat menyerang.
Oleh karena itu, di Provinsi Jambi sendiri melalui Dinas Kesehatannya, menghimbau agar masyarakat senantiasa melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM).
Gunakan 3M Untuk Terhindar Dari DBD
“Jadi gunakan 3M itu, Mengubur, Menguras, dan Menutup. Dan itu harus ditingkatkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi, Samsiran Halim, saat dijumpai Dinamikajambi.com di ruang kerjanya, Jum’at (20/12/2019).
Dengan demikian, diharapkan nanti tidak ada lagi tempat perindukan nyamuk, sehingga tidak gampang terkena penyakit DBD. Baik pada anak-anak, Orang dewasa, dan yang lainnya.
Baca juga : Januari Hingga Agustus, 208 Kasus DBD Ditemukan di Tanjabbar
Menurut Samsiran, disaat puncaknya musim hujan ini, itu sangat perlu hati-hati. Mengingat, seperti biasanya kasus DBD di Jambi itu meningkat.
“Hati-hati, karena kalau musim penghujan, biasanya kasus DBD itu meningkat.” Ujarnya.
Untuk itu, guna mencegah masyarakat dari penyakit DBD, pihaknya sudah menghimbau Pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Jambi, agar dapat meningkatkan PSM. Sehingga tidak ada lagi tempat, perindukan ya yang menimbulkan benih nyamuk Aedes Aegypti.
“Itu kita pesankan ke seluruh Kabupaten/kota agar meningkatkan PSM tersebut, tolong dijalankan.” Timpalnya.
Lalu bagaimana dengan kegiatan poging sendiri, apakah itu cara yang lebih efektif untuk mengusir nyamuk?
Kepala Dinkes Provinsi Jambi itu menjawab, bahwa pihaknya tidak menganjurkan untuk melakukan fogging. Karena hal itu hanya bersifat sementara, setelah prosesnya, nyamuk itu akan datang lagi, dan membentuk saran.
Lihat Juga : klik disini
“Ya kalau fogging fokus, tapi kan itu juga sesat membunuh nyamuknya. Sedangkan nyamuk dari lain kan bisa masuk lagi,” jelasnya.
Untuk itu, dirinya menyarankan kegiatan PSM, itu jauh lebih baik dari pada fogging. (Nrs)
