JAMBI – Lakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambi, Komisi IV DPRD Provinsi Jambi temukan banyak ruang perawatan rusak dan tidak dapat digunakan.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Khiaril pada awak media usai melaksanakan Sidak di RSUD tersebut, Jum’at (06/12/2019) sekitar pukul 15.00 wib.
Khairil mengatakan bahwa ruang rawat di RSUD Raden Mattaher Jambi, memang selalu menjadi keluhan masyarakat. Selain banyak yang rusak, juga tidak bisa digunakan.
“Nah tadi memang banyak ruangan atau kamar rawat di RSUD ini rusak, dan tidak dapat digunakan. Dan ini memang menjadi keluhan dari masyarakat, sudah banyak juga yang menyampaikan kepada kita,” kata Khairil.
Adapun kamar rawat yang rusak tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi itu bilang, yaitu terdapat di ruang perawatan kelas I,II dan III.
“Ruangan yang rusak itu, ya ruang perawatan kelas I, III dan III, dan ini harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Untuk itu, dirinya mendesak agar Plt. Direktur Utama (Dirut) Drg. Iwan supaya dapat segera melakukan perbaikan, paling tidak hingga awal tahun 2020 mendatang.
“Oleh karena itu, kita minta Dirut rumah sakit agar dapat menyelesaikan itu. Tidak pun nanti menggunakan dana APBD, kita melalui dana BLUD rumah sakit ini untuk memperbaikinya.” Tegasnya.
Untuk itu, demi memastikan perbaikan kamar perawatan yang banyak rusak tersebut, Komisi IV DPRD Provinsi Jambi meminta, agar dapat dilakukan secepat mungkin hingga awal tahun 2020 mendatang.
“Kami minta pihak rumah sakit dapat memperbaikinya secepat mungkin,” bebernya.
Selain itu, dirinya juga meminta pihak rumah sakit untuk lebih meningkatkan lagi pelayanannya, agar kedepannya dapat lebih baik lagi.
“Tinggal lagi pak dokter ini mengatur dan memanage para pegawai dan medis rumah sakit ini, untuk meningkatkan pelayanan. Sehingga kedepannya, tingkat pelayanannya lebih baik lagi,” jelasnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap pihak rumah sakit dapat melakukan pelayanan dengan sesungguh hati, karena sudah banyak dana APBD tersedot untuk RSUD Raden Mattaher tersebut.
“APBD sudah banyak tersedot untuk rumah sakit ini, jadi kita harap Direktur nya dapat menegaskan para medisnya, untuk melakukan pelayanan dengan sesungguh hati, untuk melayani masyarakat dengan baik.” Tegasnya.
Tidak hanya itu, Khairil juga menambahkan bagi masyarakat yang mengeluh terhadap pelayanan rumah sakit, Komisi IV siap menampung segala permasalahannya terkait RSUD tersebut.
“Ya kita akan menampung pengaduan masyarakat, terkait permasalahan yang ada di rumah sakit ini. Dan juga, dana BLUD untuk rumah sakit ini lebih kurang hampir Rp. 100 Milyar. Jadi disamping memang untuk fisik, pembagian itu juga dilakukan untuk peningkatan pendapatan para medisnya, Insentif.” Tuturnya. (Nrs)
