Ini 5 Poin Harapan Aksi Damai Young Penting Indonesia di Tugu Keris Jambi

JAMBI – Berakhirnya tahapan Pemilihan Umum dan Presiden 2019 kemarin dengan baik, menandai kedewasaan Bangsa Indonesia dalam berpolitik.

Oleh karena itu, melalui kegiatan aksi damai yang digelar Kita Satu Jambi, dengan tema “Mimbar Harapan Millenial”, mereka mengajak seluruh masyarakat Jambi untuk bersatu untuk Indonesia lebih baik lagi kedepannya.

Disampaikan M. Rosyadi Ali selaku Ketua Kitasatu Jambi, bahwa dengan akan dilantiknya Jokowi-Amin sebagai Presiden RI periode 2019-2024, diharapkan masyarakat tidak lagi memegang paradigma 01 02, akan tetapi sudah bersatu untuk Indonesia lebih baik.

“Jadi jangan ada lagi 01 02, kita semua sudah damai. Jadi kami hadir disini untuk mengajak dan merangkul seluruh masyarakat Jambi untuk bersatu, bukan untuk Jokowi, bukan untuk Prabowo, tapi untuk Indonesia menjadi lebih baik lagi.” Kata pria yang akrab disapa Adi itu.

Menurutnya, sudah saatnya kini semua pihak bergerak dari tahapan kompetisi ke tahapan konsolidasi, dengan menatap satu tujuan sejatinya, yakni NKRI.

Seperti yang berbunyi dalam naskah aksi mereka, bahwa saat ini bonus demografi sedang dialami bangsa Indonesia. Sepertiga (85 Juta jiwa) penduduk Indonesia merupakan Generasi Milenial Usia 18-35 tahun. Mereka sedang berada diusia paling produktif untuk menjadi tumpuan perekonomian bangsa selama satu
dekade ke depan.

Namun status sosial-ekonomi generasi milenial menunjukkan data-data yang perlu memprihatinkan. Tingkat Pengangguran Terbuka masih tinggi, 9,84%, lalu 23,6% milenial lelaki masih bekerja sebagai pekerja kasar. Karena hanya 44,06% menempuh pendidikan setingkat SMA.

Oleh karena itu, dari seluruh harapan masyarakat Jambi, mulai dari kaum millenial, muda-mudi, musisi jalan, dan para pedagang, ada beberapa poin penting yang bisa disimpulkan sebagai pesan kepada Presiden Jokowi dalam 5 tahun kedepan.

“Bonus demografi tidak diperoleh secara alamiah. Perlu intervensi kebijakan Pemerintah secara tepat selama lima tahun ke depan.” Tulis Adi dalam rilis aksi tersebut.

Karena itu, ada 5 poin-poin yang disampaikannya, diantaranya yakni sebagai berikut:

1. Pemerintah perlu berkomitmen pada pembangunan SDM yang berdasarkan pada roadmap yang jelas, terukur dan melibatkan partisipasi generasi muda secara luas.
2. Pemerintah perlu membuka ruang inovasi agar generasi muda dapat memperluas perannya dalam bidang ekonomi dan pengabdian politik.
3. Pemerintah perlu membangun infrastruktur digital yang lebih luas dan produktif ke berbagai daerah. Kebijakan ini diikuti dengan dimasukannya kurikulum literasi digital di lembaga pendidikan.
4. Pemerintah perlu memperdalam pembangunan karakter bangsa melalui
pendidikan dan penegakan hukum yang adil kepada seluruh warga negara.
5. Pemerintah perlu memperhatikan tentunya pada subjek kebakaran hutan yang terjadi setiap tahunnya di provinsi jambi khususnya, dengan perlu langkah
kongkrit terbaik untuk mengatasinya agar tidak terjadi kembali.

Untuk diketahui aksi damai tersebut dilakukan secara serentak oleh Kitasatu, di seluruh daerah di Indonesia.(Nrs)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033