MUARO JAMBI – Indikasi penyimpangan di Proyek jalan rigid beton di Kecamatan Sungai Gelam, mencuat di kalangan masyarakat. Kerangka besi dan tulang struktur beton diduga tidak sesuai dengan anggaran. Tak hanya itu, lambannya pengerjaan pun memancing kecurigaan masyarakat pada kontraktor.
Penelusuran awak media pada proyek yang digarap PT Chalik Suleiman Bersaudara itu, warga curiga pada standar kerangka yang digunakan. Salah satunya pada tulang penyangga rangka yang kini digunakan lebih kecil dari sebelumnya.
“Awal pengerjaan jalan, besinya besar. Kalau tidak salah ukuran 12. Sekarang, saya lihat makin kecil. Saya tanya sama pekerjanya, besi yang kecil itu ukuran 8. Apa karena sekarang pengerjaan jauh dari perumahan warga, mereka bisa turunkan ukuran?,” tuding warga.
Tak hanya itu, kecurigaan pada pengerjaan jalan juga dinilai dari tidak terbukanya plang pengerjaan jalan. Warga menyebutkan, plang proyek yang menelan APBD Kabupaten Muaro Jambi 2016 itu baru dipasang setelah protes. Itu pun, tanpa memuat anggaran yang digunakan.
“Ini bukan proyek kecil. Ini memakan uang rakyat sebesar Rp 35 Milyar. Pemasangannya pun menunggu protes.” ketus warga
