JAMBI – Tak kunjung membaiknya ekonomi negara, berimbas pada pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat. Tak ayal, defisiti anggaran bakal menganggu pembangunan Provinsi Jambi. Meski Gubernur Jambi, Zumi Zola menegaskan untuk memperjuangkan pertanian, kekhawatiran pada program pemerintah pada sektor ini tetap menghantui.
Sebagai mata pencaharian mayoritas masyarakat Jambi, sektor perkebunan menjadi motor pengerak ekonomi. Tekanan harga pasar dunia pada komoditas unggulan seperti karet dan sawit ini, masih akan tertekan defisit anggaran.
“Dampaknya pasti ada. Mayoritas masyarakat kita itu mengantungkan hidup dari pertanian dan perkebunan. Kita berharap, program pemerintah tetap memperjuangkan sektor ini,” tegas H. Abdul Salam HD, anggota DPRD Provinsi Jambi pada dinamikajambi.com baru-baru ini.
Tokoh berpengaruh dari Kabupaten Merangin ini menilai, menahan dampak dari tekanan ekonomi, tak cukup hanya diperankan pemerintah. Elemen masyarakat harus ikut bahu membahu memperbaiki ekonomi.
“Kalau mengandalkan pemerintah, tak cukup. Semua harus bergerak. Mendorong pihak terkait sekaligus dengan swasta. Pemerintah juga bisa mengandalkan perbankan. Peranan perbankan tentu dapat meningkatkan kemajuan dan mendorong para petani dalam usaha. Mulai dari kredit modal kerja, hingga kredit investasi,” tandas Salam
