Soal Demo Mahasiswa, Tajri Dannur : Tak Boleh Demo Malam Hari

JAMBI – Aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Provinsi Jambi, Senin (01/10) malam, dinilai salah sasaran. Selain itu, aksi penghadangan angkutan batubara itu juga berpotensi menimbulkan konflik.

Hal ini disampaikan Tajri Dannur, salah satu aktifis Jambi pada DinamikaJambi.com. Ia mempertanyakan aksi yang digelar di lampu merah, Simpang Rimbo yang berlangsung malam hari.

Berita Terkait : Lama Menghilang, Aktifis Jambi Ini Somasi Pejabat Lampung Timur

“Kita tidak melarang mahasiswa, untuk beraksi tentang batubara. Kita juga harus melihat sikon (Situasi Kondisi,red),” tegas pria yang dikenal pula dengan panggilan Memed itu.

Berita Lainnya : Buka Blokir Jalan, Warga Talang Belido Warning Pertamina

Sebab, aksi malam hari yang dilakukan mahasiswa ini, disebutnya berpotensi menimbulkan gesekan horizontal antara penguna jalan, sopir angkutan dan tentunya mahasiswa.

“Kalau ini kita lakukan malam hari, akan menganggu pengguna jalan. Terjadi keributan. Akan terjadi dan berpotensi keributan antar sopir angkutan, masyarakat dan pendemo,” katanya.

Pria yang dikenal dengan aksi-aksi demo tunggal dan mengunakan tangga ini, juga menyoroti sopir yang menjadi korban. Bilang Memed, yang harus didemo itu, pemerintah dan pihak terkait.

“Tidak tepat. Jangan sopir batubara yang didemo. Pemerintah yang mengeluarkan kebijakan. Itu loh. Pemerintah yang kebijakan, prosedur, tentang batubara,” kata Memed dengan nada tinggi. (Win)