SAMARINDA – Warga di Samarinda, Kalimantan Timur, dibikin heboh dengan diamankannya pasangan suami istri yang diunggah di media sosial sebagai pemakan kucing. Wagimin (70) dan Nana Abriana (52), pasutri itu, sampai harus berurai air mata dan bersumpah tuduhan warga itu tidak benar.
Keduanya diamankan di kantor Satpol PP Samarinda di Jalan Cempaka, sejak Sabtu (22/9) malam lalu untuk menghindari penghakiman warga. Saat itu, warga ramai berkerumun.
Terlebih lagi, kabar itu diunggah di media sosial dan menjadi viral. Padahal, tidak ada satupun orang yang melihat pasutri itu menyantap kucing.
Wagimin dan istri sirinya Nana yang dia nikahi 16 tahun lalu hanya bisa tertunduk lesu dituding sebagai pemakan kucing. Komentar miring warganet di media sosial membuat mereka semakin pilu.
“Sungguh mati, saya tidak makan (kucing),” kata Wagimin, mengawali perbincangan bersama merdeka.com, di kantor Dinas Sosial Kota Samarinda, Jalan Dahlia, Senin (24/9).
Kendati memang suka memelihara kucing, Wagimin dan Nana, sempat kaget saat diamankan Satpol PP di tengah ramainya warga dari tempat tinggalnya di kolong Jembatan Kehewanan yang membelah Sungai Karang Mumus. “Kaget. Tetapi tidak apa-apa daripada ribut dan dicurigai macam-macam,” ungkapnya.
Menyanggah tudingan warga bahwa dia dan istrinya sebagai pemakan kucing, Wagimin punya jawaban. “Ada kucing mati di jalan setelah ditabrak. Saya mandiin saya kubur. Enggak dimakan,” ujar Wagimin, dengan mata yang berkaca-kaca.
Tengah hari ini tadi, Wagimin dihampiri keluarganya di kantor Dinas Sosial yang ikut terkejut dengan dugaan warganet menjurus tuduhan itu. Kendati demikian, mereka berdua terus bersabar. “Enggak, enggak ada makan kucing,” sebut Nana, yang sesekali mengusap air matanya.
Dengan tuduhan itu pun, keluarga Wagimin, ikut dibikin terkejut. “Dari kecilan saya, saya tahu paman saya itu (Wagimin) senang pelihara kucing. Dari dulu tukang bangunan, sampai sekarang memulung. Memang tidak mau tinggal dengan keluarga. Tapi kalau soal makan kucing, saya juga nggak percaya,” tegas Basri (50), salah seorang keponakan Wagimin, yang ditemui di kesempatan yang sama.
Pemkot Samarinda bertindak cepat memastikan kabar pasutri dituduh pemakan kucing. Dipastikan kabar itu tidak benar. Pemkot memastikan pasutri itu segera dapat tempat tinggal dan penghidupan yang layak.
Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, bersama istrinya, Puji Setyowati, jelang tengah hari tadi, menemui Wagimin (70) dan istri sirinya, Nana Abriana (52), yang viral karena dituduh pemakan kucing.
“Saya kaget dalam perjalaan tadi mau membuka pekan olahraga pelajar. Istri saya, ditelpon dari Pemprov Kaltim, mengatakan ada warga Samarinda karena kondisi ekonominya, sampai makan kucing,” kata Syaharie Jaang.
Jaang menerangkan, kabar itu, jadi perhatian dia dan warga Samarinda. “Ini jadi keprihatinan kita semua. Saya juga sebagai Wali Kota merasa berdosa, kalau ada warga saya seperti itu, dan tidak jadi perhatian,” ujarnya.
“Tapi ternyata, setelah kita datang, tidak sebagaimana yang sebenarnya. Orang tua ini baik saja. Keluarga juga cukup baik, dari segi ekonomi dan sebagainya,” tambah Jaang.
Hanya saja, lanjut Jaang, Wagimin tidak mau tinggal dengan keluarganya, dengan alasan tidak mau merepotkan keluarganya. “Membuatberita iyu, berita yang sebenarnya. Kasihan, mereka ini banyak keluarga. Walaupun tidak keluarga banyak, juga kasian,” ungkap Jaang.
Sumber : Merdeka.com
