JAMBI – Stasiun Meteorologi Kelas 1 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Provinsi Jambi, mempredeksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus hingga September 2019 mendatang.
Hal ini disampaikan Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Provinsi Jambi, Kurnia Ningsih saa dikonfirmasi, Rabu (3/7/19).
Dirinya mengatakan bahwa berdasarkan keadaan cuaca di wilayah Jambi selama tanggal 25 Juni – 01 Juli 2019, pola angin diwilayah Provinsi Jambi pada umumnya bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan 06-24 km/jam.
Oleh karena itu, cuaca di wilayah Provinsi Jambi pada umumnya berawan dari pagi hingga siang hari. Hal tersebut berpeluang terjadi hujan ringan skala lokal pada sore, malam dan dini hari.
Ia juga mengatakan, bahwa adanya gelombang elnino yang bertepatan dengan musim kemarau di Indonesia, menyebabkan beberapa daerah kekeringan. Sehingga dikatakannya, hal itu akan menybabkan terjadi musim kemarau yang lebih kering tahun ini.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi dari awal tahun 2019 sampai dengan 25 Juni lalu, sudah terpantau 66 titik panas untuk wilayah Provinsi Jambi.
Adapun titik panas yang tersebar itu diantaranya yakni, kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo dan Kota Sungai Penuh.
Untuk itu, BMKG menghimbau masyarakat, khususnya di daerah rawan gambut bagian wilayah Timur dan Barat, agar waspada dengan kebakaran hutan dan lahan.
“Kami menghimbau agar seluruh wilayah mewasdai musim kemarau, yang lebih kering tahun ini,” tandasnya.
(Nrs)
