BERITA POLITIK – Jelang PSU, 2 tokoh nasional datangi Jambi. Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pilgub Jambi berlangsung pekan ini, tepatnya Kamis 27 Mei. Bagaimana pengaruhnya? Pengamat sebut ini sebagai warning.
Kehadiran Pengurus Pusat Partai Pengusung Cagub turun gunung, menurut Pengamat Politik mensinyalir ini bentuk evaluasi. Mengapa demikian?
Sebelumnya, Tokoh Nasional itu yakni Akbar Tanjung, Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar dikabarkan tiba di Jambi pada Sabtu (22/05/2021). Kemudian menyusul, Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Amanat Nasional turut menyambangi Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Kedatangan keduanya bertepatan PSU Pilgub Jambi yang tak genap satu pekan lagi.
Pada Dinamikajambi.com, Pengamat Politik, Pahrudin mengatakan hal ini suatu kewajaran. Sebab PSU adalah titik terakhir, penentu siapa yang bakal menduduki kursi empuk BH 1.
“Ini kan pintu terakhir yang harus dilalui, untuk menjadi orang nomor satu di Jambi. Juga persiapan 2024 lah, Jambi ini strategis,” ungkap Pahrudin.
Sudah Setor ke Pusat
Lebih lanjut, Ketua Prody Ilmu Pemerintahan STISIP Nurdin Hamzah ini menambahkan. Yang mana, hal ini juga disinyalir oleh mahar politik yang lumrah diterapkan Parpol Indonesia.
“Soal Chost Politics ya, artinya maharnya udah di bayar ni ke pusat. Biayanya udah di bayar nih, mau tidak mau atasnya harus turun. Karena akan dituntut, dua-duanya dipastikan. Minimal, untuk gubernur kisaran dua digitlah,” tambahnya.
Maka, kehadiran Tokoh Nasional Partai Pengusung itu sebagai bentuk penyemangat bagi kandidat.
Bakal Jadi ‘Warning’ Bagi Partai Pengusung di Jambi
Pun juga, Akademisi lulusan S3 Ilmu Sosial Universitas Unair ini juga menjelaskan turunnya tokoh nasional itu jelang PSU.
Dalam kacamata politik pengamat, tak terlalu signifikan membawa dampak penambahan suara.
Akan tetapi, upaya konsolidasi para ‘dedengkot’ perlu di massifkan untuk memanaskan mesin Partai untuk bekerja di akar rumput. Apalagi, hajatan ini bakal di gelar tak penuh sepekan lagi.
Baca Juga : Jelang PSU Pilgub Jambi, Ketum PAN Zulhas Turun Langsung ke Jambi
“Tapi, kalau di ranah publik belum tentu andil. Tempat PSU kan wilayah bisa di katakan pelosok, mungkin daerah Sadu belum tentu kenal Zulhas. Seperti di Sungai Gelam, belum tentu kenal Akbar Tanjung,” tukasnya.
Terakhir, Direktur Lembaga Kajian PUTIN ini juga mengatakan, kehadiran Tokoh Nasional itu membawa rambu-rambu bagi Pengurus Partai di tingkatan Provinsi.
Wajar saja, pertarungan sengit ini telah menguras energi partai pengusung. Pun, munculnya pemenang PSU nanti, menjadi evaluasi Pengurus Pusat di tingkatan Provinsi.
“Partai politik yang baik, kan berbasis kinerja. Artinya, kalau menjalankan program tidak baik, dalam hal ini mengusung kandidat. Tentu dengan datangnya Pengurus Pusat itu, pasti akan ada evaluasi didaerah.” tutupnya.
(Tr01)
