BERITA MERANGIN – Banjir di Merangin Jumat 12 Januari 2024 subuh, merendam 400 unit rumah dan 2 jembatan putus. Hingga sore, banjir melebar hingga 22 desa dan kelurahan.
Hujan sejak Jumat (12/1/2024) subuh, membuat debit air meningkat dan menimbulkan banjir dibanyak tempat. Sedikitnya 800 orang warga mengungsi dan terisolir setelah 2 jembatan putus.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin turun langsung dan juga membuat dapur umum di beberapa lokasi posko pengungsi.
“Jumlah rumah warga Desa Pulau Rengas yang terendam sekitar 150 unit dan Rengas Ulu (60). Sedangkan jumlah rumah warga yang terendam banjir di beberapa desa lainnya masih dalam proses pendataan. Seluruh warga desa yang rumahnya terendam banjir sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kita sudah membuat tenda pengungsi, posko dan dapur umum,” kata H Mukti, Pj Bupati Merangin.
Baca Juga : PTPN IV Regional 4, Bantu Korban Banjir PLK
Sementara dari BPBD Merangin, terdata 22 desa/kelurahan yang terdampak banjir. Ada 3 jembatan terdampak, 2 diantaranya putus.
Berikut Data sementara Banjir Merangin, Desa/Kel yang terkena dampak banjir:
- Muaro Lengayo
- Rantau Jering
- Tiaro (Jembatan tertutup longsor)
- Muara Pangi
- Pulau Rengas Ulu
- Pulau Rengas
- Biuku Tanjung
- Pulau Bayur (Jembatan gantung putus, sekolah rusak, 200 rumah warga)
- Rantau Limau Kapas (30 rumah)
- Desa Sakai (10 rumah)
- Teluk Sikumbang
- Desa Kungkai (Jembatan gantung yang putus, 51 rumah warga)
- Dusun Bangko
- Desa mudo
- Pasar Bangko (Dekat Disparpora)
- Salambuku (dampak luapan Batang Merangin)
- Muara Kelukup
- Desa Langling (10 rumah terendam)
- Tanjung Lamin
- Limbur Merangin
- Desa Papit
- Pulau Raman (10 rumah terendam )
