1 Bulan Lebih Terbakar, Api Ledakan Sumur Minyak di Batanghari Padam

BATANGHARI – 1 Bulan lebih atau terhitung 39 hari, kobaran api bekas ledakan sumur minyak tanpa izin atau ilegal drilling  yang terbakar di Batanghari, akhirnya padam jua.

Hal ini tak luput dari upaya dan kerja keras tim gabungan TNI Polri, BPBD dan pihak terkait lainnya yang berjibaku memadamkan api tersebut.

Baca juga : Soroti Pemulihan Ekonomi di Muaro Jambi, Dewan: Keramba Ikan Juga Potensial

Seperti yang di sampaikan Wakapolres Andi Zukkifli saat konfrensi Pers, pada Selasa (26/10/2021) kemarin.

Upaya pemadaman api yang di akibatkan oleh meledaknya sumur minyak ilegal drilling di Batanghari ini, akhirnya berhasil juga.

Api baru dapat di padamkan pada Selasa (26/10/2021) pukul 08.45 Wib pagi kemarin, setelah 39 hari berkobar di kawasan tersebut.

Tim Gabungan

Pemadaman ini, juga di bantu oleh petugas pertamina gabungan bersama PT AAS, Polres Batanghari serta unsur TNI, BPBD, dan Manggala Akni.

Mereka telah berjibaku melakukan pemadaman, sejak sumur mulai terbakar yakni 18 September lalu.

Memasuki hari ke 39, akhirnya kobaran api dapat di padamkan dengan menembakkan pompa air, bersamaan dengan cairan semen.

“Selama 38 hari berbagai upaya sudah kita lakukan, baik itu dengan cara weter boombing. Serta molokalisir tumpahan minyak,” kata Wakapolres.

“Dan terakhir tim juga menembakkan water pump bersama dengan cairan semen, sehingga minyak yang berada di dalam sumur membeku. Dan tidak merembet keluar,” timpalnya.

Andi juga mengatakan, bahwa kebakaran hutan akibat meledaknya sumur minyak tersebut, di perkirakan mencapai 3 hektare.

“Untuk luas pastinya belum tau persis, kemungkinan hutan yang terbakar 2 sampai 3 hektare,” jelasnya.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Untuk mengantisipasi adanya praktik pengeboran minyak ilegal, lanjut Andi, Polres Batanghari akan memperketat lagi di areal pengeboran. Pasalnya, dampak dari kebakaran ini cukup membahagiakan.

“Untuk kerugian pasca meledaknya sumur ini, kita belum mendapat laporan. akan tetapi untuk beberapa hari ke depan kita akan terus memantau lokasi,” pungkasnya. (Tr02)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page