BERITA MERANGIN – Terus mencuat, Ketua DPRD Merangin minta gugurkan PPPK Guru yang curang. Ia meminta, Pj Bupati Merangin mengevaluasi seleksi PPPK
Ketua DPRD Merangin, Herman Effendi mengungkapkan indikasi kuat akan adanya kecurangan dalam seleksi PPPK Guru di Merangin.
“Ada kecurangan yang berlaku dan dijalani di Merangin. Apa saja kecurangan itu, berdasarkan laporan terkini dan teraktual dan terjamin juga bahwa ada indikasi yang ikut seleksi PPPK di Merangin di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ada kecurangan,” katanya.
Pertama, kecurangan penetapan calon seleksi. Ia menyebutkan, sang honorer tersebut dinas terkait atau di Dikbud tapi bukan guru, tapi dinyatakan lolos.
“Sesuai dengan nomornya keluar, nilainya keluar. Ini ada apa sebenarnya? Kita kasian dengan para honor guru yang sekian puluh tahun dizolimi. Ini Zolim,” katanya.
“Saya Ketua DPRD Merangin meminta dengan keras pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pj Bupati Merangin mohon evaluasi seperti kabupaten lainnya,” tegasnya.
Minta Gugurkan PPPK Guru
Sebagai informasi, Pj Bupati Tebo, Aspan mengugurkan 28 peserta seleksi PPPK Guru yang lolos. Pun demikian di Kerinci, bupati menyurati BKN untuk evaluasi seleksi yang telah di demo ratusan guru.
“Saya minta, gugurkan yang curang itu di Kabupaten Merangin. Supaya tidak ada lagi kecurangan-kecurangan yang zolim terhadap guru-guru sekian puluh tahun mengajar,” pungkasnya.
- Baca Juga : Seleksi PPPK di Merangin Disoal, Bukan Guru Malah Lulus
- Baca Juga : Dugaan Fiktif PPPK Guru Merangin, Komisi II Panggil Dikbud
Sebelumnya, Komisi II DPRD Merangin menindaklanjuti hebohnya PPPK Guru di Merangin dengan memanggil OPD terkait berikut kepala sekolahnya
