Wanita Ini Ajukan Permohonan Ubah Jenis Kelamin ke Pengadilan

JAMBI – Seorang Wanita di Surabaya nekat mengajukan permohonan ke Pengadilan, untuk ubah jenis kelamin menjadi laki-laki.

Diketahui wanita bernama Putri Natasya, warga Bulak Rukem Surabaya ini mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri Surabaya, untuk mengganti status kelaminnya dari wanita menjadi pria.

Permohonan wanita ini untuk ubah jenis kelamin disetujui. Namanya pun berubah, menjadi Ahmad Putra Adinata.

Bukan tanpa alasan Putri mengajukan perubahan status gendernya. Putri mengalami kondisi yang langka. Hingga usia 19 tahun, Putri tidak mengalami menstruasi sebagaimana wanita pada umumnya. Alhasil, Putri memeriksakan kondisinya ini ke dokter kandungan.

Baca juga : Mampu Bercinta 28 Kali Sehari, Wanita Ini Pikat 14 Berondong

“Hasil pemeriksaan USG menurut ahli dokter kandungan menyatakan, pemohon tidak memiliki kandungan, tidak memiliki sel telur, dan tidak pernah mengalami haid atau menstruasi,” kata hakim tunggal R Anton Widyopriyono, Rabu (19/2) dikutip dari .Merdeka.com.

Secara ilmu medis, ternyata kelamin seseorang itu bisa berubah secara alami. Berikut penjelasannya:

Perubahan Terjadi di Usia Pubertas

Dr. dr. Kanadi Sumapraja, Sp.OG-KEFR, M.Sc menjelaskan ada istilah jenis kelamin yang membingungkan. Pada umumnya kasus ini terjadi saat usia pubertas.

Salah satunya tanda-tanda pada seorang anak perempuan yang tak kunjung mengalami menstruasi saat menginjak usia remaja atau dikenal dengan istilah amenorea primer.

Masalah Dalam Kromosom

Sebagian orang pernah mengalami perubahan kelamin secara alami. Biasanya kasus ini disebabkan masalah dalam kromosomnya. Kromosom juga punya tugasnya sendiri.

Normalnya, jenis kelamin bayi ditentukan dari kromosom seks yang sudah dibawanya sejak masih di dalam kandungan. Embrio dengan kromosom XY akan menjadi seorang bayi lelaki dan kromosom XX akan membentuk bayi perempuan.

“Kromosom tugasnya menentukan apakah nanti ada indung telur atau testis pada bayi. Nah ini bisa tertukar. Ada laki-laki dengan kromosom XY tapi kelaminnya perempuan. Ada juga perempuan berkromosom XX tapi punya kelamin laki-laki,” kata Dr. dr. Kanadi Sumapraja, Sp.OG-KEFR, M.Sc, di diskusi media RSPI, Jakarta.

Sindrom Turner

Perubahan kelamin secara alami juga identik dengan Sindrom Turner. Pernah juga dialami anak perempuan. Sindrom ini menyebabkan hilangnya kromosom X pada perempuan dan ditandai dengan laju pertumbuhan lambat.

“Kita berikan terapi supaya tinggi badannya tidak terlampau pendek dan dipancing untuk timbul menstruasi,” kata Dr. dr. Kanadi Sumapraja, Sp.OG-KEFR, M.Sc.

Kemudian kejanggalan ini juga mempengaruhi psikologis anak. “Seperti ada gejolak di dalam jiwanya,” kata Dr. Kanadi.

Upaya Penanganan Kelainan Kromosom

Upaya penanganan seseorang yang mengalami kelainan kromosom juga tak bisa ditangani satu spesial dokter. Dibutuhkan juga dukungan dari dokter psikiater karena pasien membutuhkan dukungan mental.

“Ini harus hati-hati karena sensitif banget. Kasusnya kompleks tapi diawali dengan gangguan tidak menstruasi pada remaja putri,” tuturnya. (*)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page