BERITA VIRAL – Saat melakukan monitoring, tempat usaha di pinggiran kota, tiba-tiba terjadi hal tak terduga. Betapa tidak, seorang lurah yang ikut dalam kegiatan itu dipukul oleh pengunjung di sebuah cafe.
Tak ayal, beberapa hari setelah kejadian tersebut, cafe tempat lokasi Lurah tersebut dipukul, langsung di tutup secara permanen oleh Satpol-PP setempat.
Sebelumnya, seorang Lurah Lurah Cipete Utara Nurcahya dipukul pengunjung Cafe Waroeng Brother, saat melakukan monitoring Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB). Ternyata, perkara tersebut berbuntut panjang.
Baca juga : Nilai Grafik Suara KPU Beda Dengan LSI, Direktur Relawan Yakin CE-Ratu Menang
Parahnya lagi, meski sudah kerap di lakukan teguran, tempat usaha makan dan minum itu pun tak pernah menggubrisnya.
“Maka itu, hari ini kami dari Satpol PP melakukan penindakan penyegelan secara permanen. Di mana dengan kata lain, tempat ini tidak boleh beroperasi lagi,” ungkapnya kepada wartawan di lokasi, Jumat (11/12/2020).
Menurutnya, tempat usaha itu selalu beroperasi melebihi jam buka tempat usaha, di masa pandemi Covid-19.
Bahkan, tak ada protokol kesehatan yang di terapkan di cafe tersebut. Mulai dari memakai masker, himgga menjaga jarak.
Tidak hanya itu saja, justru kafe tersebut di nilai melakukan pembiaran kerumunan terjadi. Sebagaimana saat terjadi aksi kekerasan pada Lurah Cipete Utara, beberapa waktu lalu.
“Bahkan, beberapa kali telah di lakukan penindakan terhadap penjualan minuman keras, dan masih membandel. Lalu, tak ada juga izin usahanya,” katanya.
Selain berulangnya melakukan pelanggaran, kata dia masyarakat sekitar pun mengeluhkan kafe tersebut. Hal ini lantaran kerap terjadi kerumunan di situ, hingga menimbulkan suara berisik.
Ke depan, bila masih nekat beroperasi, pihaknya bakal melakukan tindakan lebih tegas.
“Ini menjadi contoh tempat usaha lainnya di Jakarta, untuk tak lagi coba-coba melakukan pelanggaran PSBB. Sebab, kami akan menindaknya secara tegas,” pungkasnya.
Sumber : Jpnn.com
