BERITA MERANGIN – Usai Sidak PT AIP, Komisi III DPRD Merangin ke PT SAL, Selasa (8/3/2022). Meski terik panas matahari, dewan dan DLH Merangin tetap turun melihat limbah pabrik.
Berbeda dengan kunjungan ke PT Agrindo Indah Perkasa (AIP), PT Sari Aditya Loka meminta syarat tes antigen untuk masuk ke dalam pabrik.
Sekitar pukul 14.30 Wib, rombongan tiba di pabrik tertua di Kabupaten Merangin itu. Wahyu dan Selamet, perwakilan perusahaan menyambut kedatangan.
Awalnya, sidak berlangsung di Limbah B3 yang berada dalam kawasan pabrik. Dinas Lingkungan Hidup memantau gudang dengan seksama.
Titik pertama ini, rombongan melihat alarm yang berfungsi namun tidak mengeluarkan suara. Rahmat Hidayat, Sekretaris Komisi III meminta perusahaan untuk memperbaikinya.
“Alarm hidup, suaranya tidak ada. Tolong perbaiki, nanti ada apa-apa,” wanti Rahmat.
Wahyu, Manajer SHE K3 pabrik berjanji untuk memperbaiki alarm tersebut. Termasuk ceceran oli dekat gudang penyimpanan sementara, yang DLH sarankan untuk membersihkannya.
Usai melihat limbah B3, rombongan berlanjut ke kolam limbah cair. PT SAL yang berkapasitas 60 ton/jam itu, memiliki 12 kolam pengolahan limbah.
Ada beberapa tahapan pengolahan limbah, kolam bakteri yang menjadi sasaran pantauan Komisi III. Termasuk kolam dan aliran limbah tersebut.
PT SAL yang diketahui membina Suku Anak Dalam (SAD) di 2 kabupaten yakni Sarolangun dan Merangin, mendapat masukkan dewan terkait bau limbah.
“Kita harap bau yang menyengat ini, jangan sampai menganggu pemukiman,” saran Ketua Komisi III, Zainal Amri.
DPRD Sidak, Begini Tanggapan PT SAL
Pada wartawan, Wahyu menyampaikan terima kasihnya pada Komisi III. Kedatangan mereka, bilangnya, merupakan bentuk pengawasan dan pembinaan.
“Untuk membantu kami dalam mengevaluasi dan bagaimana kinerja kami dalam melakukan pengolahan limbah cair dan limbah B3,” katanya.
Hasil sidak tersebut, kata Wahyu, memberikan masukkan buat perusahaan seperti pada pengolahan limbah.
Terang Wahyu, ada 4 tipe kolam pengolahan limbah mereka. Pertama tipe Cooling Pond, kedua kolam Mixing pond, ketiga kolam Anaerobic Pond dan terakhir kolam Contack Pond.
Baca Juga : Studi Banding Kopi, PTPN VI Kunker Ke Banyuwangi
Baca Juga : Limbah Beracun Hantui Warga Jelatang, Dewan Provinsi Akan Datangi PT KDA
Jebolan Kimia dari ITS itu memaparkan, pengolahan limbah mereka bukan ke badan sungai seperti penerapan pabrik sawit pada umumnya. Tapi PT SAL mengolahnya untuk menjadi pupuk subtitusi ke lahan warga.
Sementara sidak Komisi III ini ternyata tak berakhir di PT SAL saja. Dalam waktu dekat, beberapa pabrik bakal jadi sasaran Komisi III DPRD Merangin yang beranggotakan Zainal Amri, Sukadi, Rahmat Hidayat, Hazil Aima dan Abdul Thalib. Kemudian ada Samdianto, Khairul Fahmi, Zainuri dan Abdul Halim.
(Red)
