PROVINSI JAMBI merupakan salah satu wilayah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia.
Sebagai provinsi yang dekat dengan pusat perdagangan internasional, Provinsi Jambi memiliki banyak keunggulan di bidang perdagangan. Dimana keberhasilan perkebunan, termasuk perkebunan kelapa sawit, telah banyak memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah Provinsi Jambi.
Terkait dengan hal tersebut, Provinsi Jambi sendiri telah memberikan kontribusi kepada petani di daerah-daerah dengan menyumbangkan triliunan devisa melalui ekspor CPO dan turunannya.
Dalam hal ini untuk APBD di Provinsi Jambi 2021 dapat dilihat secara keseluruhan untuk target pendapatan daerah meningkat sebesar Rp 23.679 miliar atau meningkat 0,55% dari target penerimaan APBD murni tahun 2021 yang ditetapkan sebesar Rp 4,294 triliun menjadi Rp 4,318 triliun. Dalam APBN Perubahan 2021.
Pada tahun 2023 mendatang, harus mempertimbangkan tekanan inflasi global yang diperkirakan masih tinggi serta volatilitas dan ketidak pastian dari pergerakan harga komoditas di pasar global, sehingga inflasi meningkat dari semula 3,3% menjadi 3,6%.
Baca Juga : Banyak Peminat, Kopi Arabika PTPN VI Sampai Antrian
Dengan tingginya tingkat pengelolaan perkebunan di Provinsi Jambi telah melibatkan sebanyak 638.000 petani termasuk petani kelapa sawit, dengan luas perkebunan 1,4 juta hektar. Dimana, hasil yang diperoleh Pemerintah Provinsi Jambi mencapai 29,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk mendukung pembangunan provinsi, dan mengurangi angka pengangguran yang ada di Jambi. Karena salah satu sumber pekerjaan terbesar petani tersebut adalah kelapa sawit.
Pentingnya memperkuat kembali kesehatan APBN melalui konsolidasi fiskal agar mampu berperan optimal sebagai instrumen shock absorber saat terjadi gejolak pada masa mendatang.
Penulis :
Ulfi Yani
Mahasiswa Ilmu Politik, Universitas Jambi
