JATIM – Polisi mengungkap identitas perempuan diduga berpaham radikal bernama Nesti Ode Samili. Terduga radikal yang ditangkap di Bandara Juanda ternyata adalah polwan.
“Iya, benar yang bersangkutan seorang Polwan,” kata Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Minggu (26/05/2019).
Barung mengatakan Nesti tercatat bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Maluku Utara (Malut) dan berpangkat Bripda. Penangkapannya juga merupakan hasil informasi dan kerjasama dengan pihak Polda Maluku Utara (Malut).
“Penangkapan merupakan hasil kerjasama dengan Polda Malut,” beber Barung dilansir Detikcom.
“Yang bersangkutan berpangkat Bripda dan bertugas di Kesatuan Bintara Ditreskrimum Polda Malut,” imbuhnya.
Identitas Palsu Terduga Radikal Ternyata Polwan
Selain diketahui seorang polwan, terang Barung, polwan tersebut juga menggunakan identitas palsu. Identitas itu ia gunakan untuk berangkat ke Surabaya.
“Identitas palsunya atas nama Arfila M. Said, pekerjaan swasta dan beralamat di Waringi, Kecamatan Odi Utara, Kabupaten Halmahera, Maluku Utara,” terang Barung.
Baca Juga : 11 Terduga Sabung Ayam Dibebaskan, Ini Alasannya
Baca Juga : Main Judi, Emak-emak di Kerinci Dibekuk Polisi
Berdasarkan data yang didapatkan, Polwan itu berpangkat Bintara dan masih aktif di Polda Malut. Masa jabatannya sudah 4 tahun 3 bulan 10 hari, terhitung sejak 16 Februari 2015. Dia bernama Nesti Ode Samili (23) kelahiran Halmera.
“Ke Surabaya mengaku akan belanja. Iya benar yang bersangkutan juga mengaku punya keluarga di Porong, Sidoarjo,” pungkasnya.
