JAMBI – Perwakilan perawat dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Rabu (25/1) sore menemui Gubernur Jambi, Zumi Zola S.TP MA di Rumah Dinas (Rumdis) Gubernur di kawasan Ancol sekitar pukul 16.10 Wib. Dalam pertemuan yang dihadiri pula Plt Dirut RSUD Raden Mattaher, Iwan Hendrawan, perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPNI menyampaikan beberapa point terkait Inspeksi Mendadak (Sidak)
Rombongan perawat dari kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan daerah (DPD, DPW dan DPK) Provinsi Jambi disambut langsung Gubernur Jambi. Terkait Sidak, secara singkat PPNI menjabarkan sistem kerja perawat.
Mereka meminta, jam kerja dan sistemnya dapat diberikan dalam menjalankan tugas. Perwakilan juga menyebutkan soal media pada Sidak yang tak menyoroti perawat tengah bekerja. PPNI menilai media tidak membuka seutuhnya.
Sementara Gubernur dalam penyampaian menegaskan, Sidak didorong dengan banyaknya laporan masyarakat. Salah satunya pada pasien kelas III.
Namun demikian, Gubernur menegaskan untuk tidak saling menyalahkan. Bilang orang nomor satu di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah itu, pembenahan pelayanan RS harus dilakukan. Ia juga menyebutkan masih banyak PR di RSUD terbesar di Provinsi Jambi
“Apa yang menjadi catatan dan PR, menjadi tanggung jawab semua,” tandasnya
