BERITA MUARO JAMBI – Mediasi polemik pengeboran minyak yang di lakukan oleh Pertamina di Kawasan Sei Gelam Muaro Jambi, masih menjadi polemik di tengah masyarakat. Pun, akhirnya kedua belah pihak tempuh jalur mediasi sebagai jalan penyelesaiannya.
Sebelumnya di ketahui, aktivitas pengeboran minyak yang di lakukan di Kecamatan Sei Gelam, mendapat aksi protes dari masyarakat 3 Desa setempat. Di antaranya yakni, Desa Talang Belido, Kerinci, dan Kebun IX (Sembilan).
Baca juga : Polemik Pengeboran Minyak di Sei Gelam, Kini Sampai Ke Polres Muaro Jambi
Aksi protes dari masyarakat di 3 Desa ini, lantaran jalan yang di lewati oleh aktivitas pengeboran tersebut sangat berdampak pada warga. Di mana, ketika hujan licin, dan panas pun jadi berdebu.
Hal itu pun, mengganggu aktivitas warga ketika melintasi jalan tersebut. Tak ayal, aktivitas pengeboran mintak tersebut, di minta untuk di tunda sebelum ada solusi yang kongkrit, yang bisa menguntung semua pihak.
Selain itu, masyarakt juga minta agar jalan milik pertamina sepanjang 8 Kilo tersebut, bisa di lakukan rigit beton. Dengan demikian, nantinya ada kontribusi yang terlihat,yang di lakukan perusahaan BUMN di Jambi itu.
Bukan cuma itu saja, yang menjadi tuntutan masyarakat adalah, selama ini pihak pertamina juga di nilai kurang peduli, terhadap warga setempat.
Tak ayal, situasi itu membuat emosi warga memuncak dan meminta agar aktivitas pengeboran minyak di kawasan Sei Gelam ini, di tunda dulu sebelum ada solusi dari Pertamina asset 1.
Nah menindaklanjuti masalah tersebut, Polres dan Pemkab Muaro Jambi mengundang pihak pertamina dan tokoh masyarakat, serta pihak terkait untuk melakukan mediasi.
Polemik Pengeboran Minyak
Mediasi polemik pengeboran minyak ini, di lakukan di Mapolres Muaro Jambi, Rabu (30/12/20), yang turut di hadiri beberapa pihak terkait. Seperti Sekda Muaro Jambi, Kadis PUPR, Kades 3 Desa bersangkutan, dan tokoh masyarakat.
Dalam media tersebut, kedua belah pihak baik dari Pertamina maupun Tokoh masyarakat, saling mengampaikan aspirasi dan tanggapannya. Persoalannya pun, menuai titik terangnya dengan solusi yang sama-sama di sepakati.
Seperti yang di sampaikan Kapolres Muaro Jambi, AKBP Ardiyanto bahwa dari media tersebut memperoleh kesepakan bersama, di mana pihak pertamina akan membuat surat yang nantinya akan di tandatangani oleh Bupati Muaro Jambi Masnah Busro.
“Jadi kita Polisi Resort Muaro Jambi bekerjasama dengan TNI dan Pemda undang kedua belah pihak, untuk mediasi mencari solusi penyelesaiannya. Hal ini agar operasional pertamina tetap jalan, dan permintaan masyarakat pun kita ayomi.” katanya.
Kemudian, dari hasil media tersebut surat di buat secara resmi oleh pertamina EP Asset 1 Jambi Field di sampaikan ke Pemda. Dan akan di teruskan kepada Pertamina Pusat, SKK Migas, dan Mentri SDM.
“Solusi ini nanti akan kita sampaikan juga kepada masyarakat Desa Talang Belido, Desa Talang Kerinci dan Kebun sembilan. Permintaan akan kita realisasikan, kita akan mendorong pada pihak PT Pertamina Pusat karena jalan tersebut adalah jalan pertamina,” jelasnya.
Selain itu, soal dana CRS pihaknya akan melakukan investigasi, apakah sudah benar, dan sesuai aturan atau tidak penyalurannya.
“Nanti itu akan kita minta Kanit Reskrim dan anggota, untuk melakukan investigasi soal CRS tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, Imawan Jadmiko selaku Legal and Relation Manager Pertamina EP Asset 1 Jambi Field, juga akan segera menindaklanjuti hasil kesepakatan tersebut.
“Artinya, kami tidak akan tinggal diam dan pasti segera tindaklanjuti sesui prosedur kesepakatan ini. Tapi kami juga minta, dukungan masyarakar dan Stekholder agar operasional kami lancar kedepannya.” singkatnya.
Tanggapan Tokoh Masyarakat
Hal senada juga di sampaikan Karyadi, selaku Tokoh Masyarakat Kecamatan Sungai Gelam, yang sangat berterima kasih kepada Polres Muaro Jambi sudah memfasilitasi mediasi tersebut.
Bang Yadi sapaan akrabnya, juga meminta kepada pihak kepolsian dan pemerintah setempat untuk memantau, kelanjutan dari mediasi itu. Hal ini, agar dapat berjalan baik bukan cuma di ruangan itu saja.
“Intinya ini nantinya bisa berjalan baik, dan bukan cuma selesai di ruangan ini saja. Artinya tuntutan kami tidak neko-neko, realistis dan sangat bisa pertamina memenuhi itu melalui SKK Migas,” imbuhnya ayah dari 3 anak itu.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Muaro Jambi, yang sudah menguruskan Sekda untuk hadir dalam kegiatan tersebut.
Lihat Video : Perjuangan Musisi Tunanetra di Jambi, Jago Gitar, Drum dan Bersuara Merdu
Pun demikian, untuk penundaan aktivitas yang di lakukan masyarakat, belum bisa di putuskan hari ini. Mengingat hasil mediasi ini harus di sampaikan dulu, ke warga setempat.
“Nanti Pak Kapolres dan juga Pemda, akan menyampaikan hasil mediasi ini, baru bisa di putuskan bagaimananya,” bebernya.
Terpisah, pada mediasi ini Pemkab yang di wakili Sekda Muaro Jambi Jangning menyampaikan bahwa, pemerintah juga tidak akan diam dalam masalah tersebut.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Bilangnya, pemerintah akan mencari solusi terkait pembangunan jalan rigit beton yang menjadi permintaan masyarakat.
“Nanti akan kita coba, kalau bisa kita masukan dalam anggaran pembangunan jalan di Sungai Gelam, bisa kita buatkan kesitu. Tapi lihat nanti lah, kita dari Pemda juga tidak akan tinggal diam,” tukasnya. (Nrs)
