TANJABBAR – Tak pernah tersentuh oleh pemerintah, seorang nenek di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) butuh uluran tangan, dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Diketahui, Wanita rentan usia ini merupakan bernama Ngatiyah, warga asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi yang hidup sebatang kara.
Mirisnya, ia harus berjuang menghidupi dirinya sendiri, dengan setiap harinya menjadi penjual jamu gendong keliling.
Baca juga : Perdana, Jambi Ekspor Belasan Ton Kopi Kerinci ke Belgia
Sejak suaminya meninggal puluhan tahun lalu, Ngatiyah yang telah renta, harus hidup berpindah-pindah dari rumah kontrakan yang satu, ke rumah kontrakan lainnya.
Dengan berprofesi sebagai penjual jamu gendong, hasil yang ia dapatkan hanya cukup untuk makannya, dengan penghasilan Rp. 10.000 rupiah per hari.
Berpangku tangan dengan penghasilan yang tidak cukup menanggung kebutuhan hidupnya sehari-hari, nenek Ngatiyah yang kondisi mata yang kabur ini.
Sejak pagi hari di rumah kontrakan yang kecil, di jalan Kalimantan lorong Papadan ini harus meracik jamu untuk dijual.
Tidak jarang dalam kesehariannya, nenek Ngatiyah harus makan dengan kecap, karena hasil jualan jamunya hanya cukup untuk membeli beras, dan minyak kompor untuk memasak.
Beruntung setiap pagi sebelum nenek Ngatiyah berjualan, terdapat dermawan yang mau memberikan sarapan, dengan mengantar sebungkus nasi ke rumah kontrakannya.
Ade Rafika yang juga merupakan warga yang tinggal berdekatan dengan rumah nenek tersebut mengatakan, selama ini tak pernah tersentuh Pemerintah, apalagi ada bantuan untuk nenek Ngatiyah ini.
Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sang nenek harus banting tulang di tengah usianya yang sudah tak lagi muda.
Lihat video ig : Klik Disini
Untuk itu, dirinya berharap adanya uluran tangan dari pemerintah melalui instansi terkait, untuk membantu kehidupan nenek Ngatiyah.
“Kami berharap Pemda juga ikut melihat masyarakat seperti nenek Ngatiyah ini, agar dapat terbantu di masa tuanya,” ujarnya, Senin(2/3/20).
Diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik(BPS) Tanjung Jabung Barat, angka warga miskin di Kabupaten pesisir ini mencapai 30 ribu orang. (hry)
