KOTA JAMBI – Gabungan seniman dan aktivis Kota Jambi sepertinya tak main main dalam memperjuangkan Tugu Jam Kotabaru. Buktinya, tak cukup mengelar aksi demo, aksi yang membawa nama Tanah Pilih ini membawa soal penolakan pembangunan Tugu Keris Siginjai di lokasi Tugu Jam ke jalur hukum.
Hal ini disampaikan koordinator aksi demo sebelumnya, Coco dee Jonhar saat dibincangi Dinamika Jambi, Minggu (23/7) sore. Bilang seniman muda Kota Jambi itu, pihaknya terus mematangkan class action sebelum bergulir.
“Selain demo, kita akan upayakan upaya hukum, class action. Kita konsultasikan soal ini ke praktisi hukum, bagaimana ini menjadi class action kepada Pemkot,” terangnya.
Ada beberapa gugatan yang dilayangkan barisan kontra pembangunan Tugu Keris mengantikan Tugu Jam. Coco menyebutkan salah satunya soal Uji Publik dalam membangun Tugu Keris tersebut.
“Seperti transparansi prosedural, apakah sudah dilakukan pemkot seperti uji publik. Karena inikan sudah dipersiapkan dari 2015,” bilang Coco seraya mengutip kalimat Walikota Jambi, Sy Fasha pada salah satu media.
“Apakah sudah ada konsultasi publik? Kenapa ini dilakukan? Karena ini kan milik masyarakat Kota Jambi. Dibangun dengan uang rakyat. Ingat, kami berhak,” tegasnya lagi.
Sebelumnya, Hery Suryadi, salah satu aktivis dalam aksi demo lalu juga membenarkan rencana class action tersebut. Seperti halnya Coco dee Jonhar, Hery juga menyebutkan pematangan perjuangan tersebut.
“Rencananya besok pagi kita kumpul besar. Hari ini kita terus konsultasi dengan pakar hukum terkait aksi kita,” singkatnya.
