BERITA MUARO JAMBI – Garapan wisata di Muaro Jambi terus tumbuh. Salah satunya Sungai Napal di Desa Muhajirin yang sempat di tutup, namun pengunjung malah tak terbendung.
Tempat liburan baru Sungai Napal di Desa Muhajirin yang berada di Kecamatan Jaluko itu, terus di datangi pengunjung. Terlebih akhir pekan, ratusan pengunjung bahkan tembus ribuan datang kesini.
Sarijan, Ketua RT 16 mengungkapkan antusias pengunjung datang kesini. Awalnya, Sungai Napal biasa saja.
Baca Juga : Kunjungi Sungai Napal Desa Muhajirin, Bupati Apresiasi Upaya Warga
Semuanya berubah, saat pemuda setempat menjadikan Napal (Tanah liat yang membantu,red) sebagai konten di media sosial.
“Awalnya hanya pembuatan konten. Namun belakangan banyak pengunjung datang,” ungkap Sarijan.
Ia pun mengajak warganya untuk bergotong royong. Mereka membenahi lokasi tersebut.
“Kami bersihkan, kita buat jalan,” ungkapnya setengah bercerita.
Sungai Napal kemudian sempat di datangi mantan Kapolda Jambi, Irjen Pol (Purn) Muchlis As. Tempat ini makin viral.
Lihat Juga : Inilah Kenapa, Ruang Hijau di PTPN VI Tempat Santai Kekinian di Kota Jambi
“Waktu Covid-19 heboh, kemudian ada pembatasan. Sungai Napal ini kita tutup. Tapi pengunjung malah tak terbendung. Terus berdatangan,” katanya di amini kepala dusun.

Malahan, sambung pria kelahiran Jawa Barat itu, begitu tertariknya dengan Sungai Napal, ada pengunjung yang datang berkali-kali.
Pesatnya perkembangan Sungai Napal, warga kemudian berembuk. Selain pembenahan tempat, juga soal SDM dan PHBS yang turut di benahi.
Para pemuda dan desa kemudian bekerja sama dengan Yayasan Bumi Shelter 7. Desa Muhajirin yang di pimpin Kepala Desa Hayatullah Mukni kemudian membentuk Kelompok Sadar Wisata (Kopdarwis).
Kedatangan Bupati Masnah
Sabtu (30/1/21) Bupati Muaro Jambi, Hj Masnah Busro menyempatkan waktunya untuk mendatangi Sungai Napal usai dari Rumah Belajar Seloko.
Kedatangan Masnah, di manfaatkan pengelola dan perangkat desa untuk berdiskusi.
Kepala Dinas Pariwisata, Riduwan menilai pengembangan wisata ini terbuka lebar. Hal ini lantaran Napal itu sendiri. Tinggal, bagaimana pengelolaan dan pengembangan tempat wisata itu sendiri.
Lihat Juga Video : Bupati dan Kapolres Panen Ikan di Desa Keranggan, Kecamatan Sekernan
Saat ini terpantau, Sungai Napal sudah menyediakan pondok-pondok untuk pengunjung. Selain menjadi tempat mandi, pengunjung dapat menyewa ban pelampung seharga Rp 10 ribu.
Datang kesini, pengelola tidak menjual tiket alias gratis. Pengunjung hanya membayar uang parkir kendaraan Rp 3 ribu. Murahkan?
