PALEMBANG – Arianto alias Ari Tomex, (23) buronan polisi sejak 2017 lalu tertangkap dalam kondisi tewas. Peluru polisi menembus dada pelaku. Residivis begal sadis ini ditembak mati oleh polisi.
Pelaku, melakukan perlawanan kepada petugas hingga sempat terjadi baku tembak di kawasan Jalan Putri Dayang Rindu, Kecamatan Kertapati, Palembang, Rabu (2/1).
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan, berdasarkan catatan dari kepolisian bahwa pelaku telah melancarkan aksinya sebanyak 17 kali di berbagai kawasan mulai dari Kertapati, Plaju hingga Seberang Ulu 1 Palembang.
Hingga kemudian, pihaknya berhasil mendapatkan informasi keberadaan pelaku dan Polsek Kertapati pun langsung menuju lokasi.
Sesampainya di lokasi, pelaku tengah menghisap sabu bersama rekannya.
Namun, upaya polisi untuk menangkap pelaku diketahui. Akibatnya, pelaku pun berusaha melarikan diri bahkan memberikan tembakan ke arah polisi.
Beruntung tembakan tersebut meleset dan akhirnya pelaku pun tertembak di bagian dadanya. “Kami sempat kewalahan karena pelaku menembak. Hingga akhirnya diberikan tindakan tegas terhadap pelaku,” katanya saat memberikan keterangan pers di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (2/1).
Dari penangkapan tersebut, pihaknya berhasil mendapatkan barang bukti berupa senjata api jenis revolver dan alat hisap sabu beserta narkobanya yang tengah dihisap oleh pelaku.
“Kami masih mengembangkan kasus ini. Karena, pelaku juga sempat menjadi bajing loncat dan jambret di Kota Palembang,” tutupnya.
Sumber : Pojoksatu.id
