Selain Jaga Kualitas Wigo, PT Afresh Pertahankan Pekerja Ditengah Pandemi

BERITA MUARO JAMBI – Perusahaan air minum kemasan Wigo di bawah naungan PT Afresh Indonesia, terus menjaga kualitas air yang di pasarkan pada konsumen. Tak terkecuali, pandemi Covid-19 yang menggerus pendapatannya, tidak membuat perusahaan ini mengurangi tenaga kerja.

Hal ini di sampaikan General Manager PT Afresh Indonesia, Rozali saat di temui Dinamikajambi.com pada Rabu (10/03/2021) kemarin.

Seperti di ketahui, sejak di landa wabah Covid-19 Maret 2020 kemarin, banyak perusahaan yang terdampak. Sehingga, tidak sedikit dari mereka yang merumahkan, bahkan memberhentikan alias PHK terhadap tenaga kerjanya.

Baca Juga : Sebelum Keputusan PTUN, Agrindo Dilarang Beraktifitas

Kebijakan tersebut di lakukan, tidak lain dan bukan karena tergerusnya pendapatan dari perusahaan tersebut. Hal ini pun turut di rasakan PT Afresh Indonesia, yang bergerak di bidang produksi air minum kemasan merek Wigo dan Vir.

Perusahaan yang berdiri sejak 14 tahun ini, memiliki sebanyak 320 pekerja. Di mana, dari ratusan karyawannya ini mayoritas atau sekira 95 persen, adalah warga Muaro Jambi. Dari pekerja pabrik, kemudian sopir hingga helper.

Dampak perekonomian pun di rasakan PT Afresh Indonesia, yang sejak pandemi Covid-19 ini. Jumlah penjualan produk mereka makin berkurang.

Bagaimana tidak, Wigo yang biasanya paling banyak di pesan oleh kegiatan resmi seperti hari besar nasional, hingga pesta pernikahan mulai merasakan dampaknya.

Di mana, sama-sama di ketahui sejak di landa Covid-19 lalu ini, tidak sedikit bahkan hampir semua kegiatan di batasi. Bahkan, di beberapa bulan di tiadakan demi mengurangi penyebaran Virus Corona itu.

Tak ayal, pendapatan perusahaan ini mulai berkurang. Dari biasanya 17 mobil sehari melakukan pengiriman air minum ke konsumen, berkurang menjadi 15 mobil.

Lihat Juga : Warga Korea Hina Orang Indonesia, Netizen : Jangan Dibully Mereka Kan Baperan, Nanti Bunuh Diri

Tentu, hal ini secara perlahan mengoyang omzet perusahaan air minum, yang berdiri di Kasang Pudak, Kabupaten Muaro Jambi itu.

Mempertahankan Karyawan

Pun demikian, pihaknya tak melakukan PHK seperti perusahaan lainnya. Bahkan menariknya, tidak ada pengurangan gaji atau pun fasilitas lain. Bagaimana caranya bertahan di tengah pandemi?

Menjawab hal ini, Rozali buka-bukaan lagi bila perusahaanya melakukan pengurangan jam kerja.

Selain mempertahankan jumlah karyawan, PT Afresh Indonesia juga terus menjaga kualitas produk air minum mereka.

Betapa tidak, buktinya setiap 1 tahun sekali, Balai Pom (BPOM) selalu melakukan kontrol terhadap air minum kemasan Wigo tersebut.

“Selain BPOM, DLH Muaro Jambi juga melalukan kontrol 6 bulan sekali. Uji limbah 1 bulan sekali di DLH. Kemudian Disperindag Provinsi Jambi, juga setiap bulannya mengontrol produk air kemasan kami, dengan membawa ke Labor ke DLH Provinsi,” kata Rozali.

“Setahun sekali di Barista Palembang, BBIA dan Saraswanti,” ungkapnya.

Di samping itu semua, meski diterpa dan mengalami dampak ekonomi yang cukup menggerus pendapatan, PT Afresh juga tidak melalaikan kewajiban CSR mereka.

Bilang Rozali, setiap bulan Wigo rutin memberikan bantuan pada tempat ibadah. Seperti pembangunan masjid dan yang lainnya.

Lihat Juga Video : Kecelakaan Mahasiswa UNJA di Sungai Duren Terekam Sempat Oleng

Untuk di ketahui, Wigo memproduksi 3 jenis air kemasan. Mulai dari galon, air mineral botol hingga air kemasan gelas.

Adapun produksi air minum kemasan botol, yakni sebanyak 800 dus per hari. Sedangkan untuk kemasan galon, sekitar 600 per hari. Terakhir, kemasan gelas sebanyak 4500 dus.

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page